Happinest Parenting | BFA

Tim RBeBe - 23 July 2023

Tulisan berikut disarikan dari buku Happinest Parenting, suatu program yang bermitra dengan Rumah Belajar Bersama

Happinest berasal dari Happiness yaitu kebahagiaan, yang menjadi pondasi dan arah utama dalam pola asuh Happinest Parenting/HaPa: Bahagia Orangtuanya, Bahagia Anaknya (Agar Kita Terampil Bahagia). HaPa adalah bagian dari konsep Best Feeling Achievement.

Selain mengarah pada kondisi "bahagia", proses HaPa menempatkan perubahan dan teladan orangtua (sebagai pendidik) serta relasi pernikahan adalah utama, kemudian proses HaPa perlu menyesuaikan dengan situasi keluarga dan lingkungan. Penerapan pola asuh pada keluarga miskin tentu berbeda dengan keluarga kaya, orangtua sibuk dan orangtua banyak waktu, rumah kecil dengan rumah besar, lingkungan kumuh dan lingkungan kompleks perumahan, keluarga bersuku dan tinggal di Papua dengan keluarga bersuku dan tinggal di Jawa, dan berbagai perbedaan lainnya. Penerapan pola asuh perlu memahami dan menyesuaikan dengan latar belakang, situasi dan kondisi yang ada.

Baca ini dulu, klik

Kenapa harus bahagia?

  • Bahagia meredam dan menyeimbangkan kesenangan. Seperti kita tahu bila kesenangan tidak dikontrol dan dibatasi maka akan menghancurkan. Perilaku buruk, kejahatan, sampai berbagai penyakit seringkali berawal dari keinginan akan kesenangan (kepuasan hati, uang, kemewahan, kenikmatan dll)

  • Dunia dan kehidupan saat ini, semakin menyuburkan kesenangan, semua dibuat semakin nikmat, nyaman, seru, cepat, mudah dan seterusnya. Kebahagiaan akan menjadi penyelamat. 

  • Kebahagiaan menciptakan kehidupan yang bernilai dan bermakna, sesuatu yang diperlukan untuk membangun karakter positif yang memberikan ketenangan dan kedamaian yang sejati.

Hapa menanamkan pemaknaan nilai-nilai kebaikan agar nantinya anak mempunyai pola pikir, pola rasa, pola perilaku dan mental yang tangguh untuk dapat membentengi dirinya dari hal-hal negatif yang merusak (yang biasanya terkait materialisme, ego diri, kesenangan semata yang saat ini semakin menjadi) dan bertumbuh menjadi pribadi yang otentik, unik dan positif.

Nilai-nilai kebaikan yang dilekatkan pada anak seperti kesadaran diri, kesadaran lingkungan, tahan uji, tahan goda, kontrol nafsu-emosi, semangat positif, kesederhanaan, kerendahan hati, kesabaran, rasa syukur, Pancasilais: bertaqwa, berempati, cinta kasih, mengupayakan persatuan, kerjasama, adil sampai gaya hidup positif yang terus diupayakan.

Alur dari Happinest Parenting (bagi orangtua):

  1. Diawali dengan kesadaran diri dan lingkungan

  2. Membangun diri dan pernikahan (bila dalam ikatan pernikahan)

  3. Ketrampilan mendidik anak

Alur diatas bisa dilakukan secara paralel namun tetap prioritas sesuai hirarki (nomor 1 sebagai landasan no 2, nomor 2 sebagai landasan no.3)

AKSI SEDERHANA HAPPINEST PARENTING

Paralel dengan membangun diri dan menumbuhkan relasi pernikahan (bila dalam ikatan pernikahan), terapkan pola asuh berikut dengan menyesuaikan pada situasi & kondisi diri, anak sampai lingkungan sekitar (selalu ada perbedaan dalam menerapkan pola asuh antara keluarga satu dan keluarga lainnya):

  • Mendidik Dengan Penjelasan: lakukan (klik) komunikasih, berikan pemahaman dalam segala hal sesuai situasi, kondisi dan waktunya

  • Membangun Kedalaman Spiritual Anak: spiritual berbeda dengan rutinitas ibadah. Spiritual adalah pemahaman mendasar dan menyeluruh dalam kegiatan harian terkait dengan keimanan akan adanya Tuhan

  • Mendengar dan Berdiskusi: anak perlu didengar dan diajak berdiskusi untuk menggali kesadaran serta membangun ikatan kuat antara orangtua dan anak

  • Ajak Untuk Mengalami: metode (klik) experiental learning, dengan mengalami anak lebih memahami, mengambil makna serta berdampak

  • Membangun Tanggung Jawab: bahkan dalam hal kecil seperti menutup pintu setelah membukanya

  • Berinteraksi Dengan Alam: alam adalah kekuatan kehidupan yang membangun spiritualitas dan kebermaknaan

  • Beri Tantangan, Kesusahan dan Kesulitan Dengan Bijak: untuk menghasilkan mental tangguh dan pribadi kokoh, anak perlu tantangan dan kesulitan 

  • Beri Sentuhan Baik Yang Tulus: seperti mengusap rambut, menepuk pundak, memeluk hangat

  • Penuhi Dengan Kata-Kata Positif, Baik & Bermakna: seperti semangat, tolong, maaf, terimakasih, permisi

  • Biasakan Kesederhanaan Yang Bermakna: hidup dengan efektif, efisien serta peduli pada yang lain

Lakukan pembiasaan pada hal-hal diatas, bila terdapat kekurangan, lakukan evaluasi dan terus perbaiki. Selaras dengan diri, mari tumbuhkan anak yang terampil bahagia, berbudi baik dan menjadi pribadi yang optimal serta bermanfaat. 

Klik Susunan Materi Parenting @RBeBe. Kiranya bermanfaat, terus semangat.

(Artikel Ini Kerjasama RBeBe Dengan Program Happinest Parenting)

Happinest Parenting adalah bagian dari Best Feeling Achievement/BFA.

Masukan dan saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.