Pleasure Awareness, Seramnya Kebanyakan Senang-Senang | BFA
Tim RBeBe - 24 September 2022
(Anda perlu membaca Karena Rasa Adalah Segalanya terlebih dahulu, agar lebih memahami artikel berikut)
Ironis dan nyata! Biang kerok banyak kejahatan dan penyakit kronis! Ancaman dunia dan kehidupan!
Kayak orang demontrasi lu, lebay
Memang kenyataannya,! Coba lu pikir, rampok, narkoba, korupsi, judi, kan ujung-ujungnya yang dikejar uang, harta, kenikmatan, kepuasaan, ya intinya kesenangan.
Terus?
Makanan-minuman yang sehat dibutuhkan tubuh. Kenyataannya? Lu sendiri bilang, kalau mau makan minum carinya yang enak, nikmat, ya itu menyenangkan. Nah yang enak itu biasanya berlebihan lemak buruk, gula, asin, perasa buatan, penyedap rasa, soda dan seterusnya.
Iya juga ya, terus?
Lalu gaya hidup kurang gerak, males-malesan, nonton, main game, medsos, snack, rokok, minuman keras, semua kan mengejar kesenangan.
Hiii..terus?
Eh kita bukan membicarakan kebahagiaan ya, tapi kesenangan. Coba perhatikan deh, anak yang polos dan lugu. Betapa ceria dan cerahnya saat ia bangun pagi setelah tidur nyenyak, lucu menggemaskan. Hatinya merasa senang. Lalu ia akan mencari yang enak, seru dan menyenangkan, kalau ia mulai bosan atau ia lapar atau mengantuk, ia mulai tidak nyaman, rasa senangnya hilang, ia akan rewel dan mengesalkan. Itulah naluri manusia, dari lahir sampai tutup usia, ia terus mencari kesenangan dan menghindari ke-tidaksenang-an.
Mmm..terus?
Oh iya lupa, lihat deh dunia makin uancuur karena ulah pengejar kesenangan juga khan? Konsumerisme meningkat, lalu nyampah dimana-mana, ga dikelola, pakai AC terooos, hutan dibabat, sumber daya alam dikuras habis, tidak terkontrol, ujung-ujungnya ya untuk kesenangan yaitu duit, ingin praktis, instan, nyaman, aman, terpenuhi.
Aiih serem, terus?
Terus mulu, kapan beloknya?
Ya udah, siapa aja sih pengejar kesenangan?
Ya kita semua lah, gue dan lu juga, semua kan butuh kesenangan. Ironisnya saat ini tawaran kesenangan yang semakin buanyaak ragamnya, banyak dari kita, juga anak-anak kita, yang semakin terbuai, ingin cepat, enak, seru, nyaman, ingin dipuji, dikagumi dan seterusnya, semakin menuntut kesenangan, kesabaran dan pengendalian diri merosot tajam. Lihat deh video ini: klik Marshmallow Test: Menunda Kesenangan Untuk Kesuksesan (Rianto Astono)
Ooh noo, jadi gimana solusinya?
Ya sadar dan paham dulu. Kesenangan secukupnya itu baik, tapi kalau kebanyakan akan jadi jahat dan merusak.
Gini nih, manusia itu selain pengejar kesenangan, ia juga mengejar makna dan nilai, ada sisi spiritualitas di otaknya. Nah tahu nggak yang bisa mengerem rasa senang yang membabi buta?
Apa tuh?
Rasa bahagia, dimana terdapat makna dan nilai baik kehidupan. Ada iman, kepercayaan baik, rasa syukur dan sikap cinta kasih.
Eh tapi kebahagiaan sering disamakan dengan kesenangan lho.
Itu dia, banyak yang beranggapan demikian, kesenangan kok dibilang kebahagiaan, beda dong.
Jadi bahagia itu gimana sebenarnya?
Satu-satu dulu lah, kita kan lagi bahas Pleasure Awareness
Sok pakai bahasa Inggris lu
Biar keren

PENJELASAN |
Dalam Best Feeling Achievement, kesenangan adalah sesuatu hal yang membuat rasa senang dan mencakup rasa puas, enak, nikmat, suka, nyaman, aman, serta kondisi yang dianggap bagus, keren, mudah, cepat dan sejenisnya. Kesenangan dijelaskan dengan kecenderungan berikut:
-
Menghindari kesusahan atau rasa tidak enak
-
Reaksi dari kebosanan
-
Area pikiran yang cepat dipengaruhi hal eksternal (kebendaan, mahkluk lain, cuaca, alam dan seterusnya)
-
Terkait langsung dengan indrawi (mata, telinga, hidung, kulit, lidah)
-
Lekat dengan ego diri
-
Naluri alami, mudah dirasakan, instan, jangka pendek
-
Penyuka kesempurnaan, kemewahan, rasa bangga
-
Terus mencari yang lebih dan (atau) berbeda
Freud dan Kesenangan
Dikutip dari laman psikologi.unair.ac.id tertulis "Dalam teori Freud juga menjelaskan kejahatan dari prinsip “kesenangan”. Manusia memiliki dasar biologis yang sifatnya mendesak dan bekerja untuk meraih kepuasan (prinsip kesenangan). Di dalamnya termasuk keinginan untuk makanan, seks, dan kelangsungan hidup yang dikelola oleh Id. Freud percaya bahwa jika ini tidak bisa diperoleh secara legal atau sesuai dengan aturan sosial, maka orang secara naluriah akan mencoba untuk melakukannya secara ilegal. Sebenarnya pemahaman moral tentang benar dan salah yang telah ditanamkan sejak masa kanak harusnya bisa bekerja sebagai superego yang mengimbangi dan mengontrol Id."
Maslow dan Kesenangan
Kesenangan juga mendominasi dalam teori hirarki kebutuhan Maslow. Kita bisa melihat kebutuhan apa saja yang bisa dikelompokkan pada kesenangan
Arahan Sikap
-
Dalam artikel Karena Rasa Adalah Segalanya, dijelaskan bahwa rasa memang sudah melekat dalam diri manusia, yang perlu dilakukan adalah memahami dan menyadari, sehingga bisa mewaspadai, membatasi dan mengontrol.
-
Sadari dan syukuri kesenangan yang sederhana (sehingga tidak perlu yang berlebihan), bahwa otak merespon rasa (termasuk rasa senang) yang dihasilkan dari mekanisme tubuh manusia sendiri, seperti bernafas lega (coba bedakan dengan menutup hidung dan mulut sesaat), tidur nyenyak (betapa tidak nyamannya saat mengantuk dan betapa nyamannya saat bangun setelah tidur cukup), buang air (betapa lega dan menyenangkan saat sudah terlaksana), berjalan kaki dan seterusnya.
-
Dalam video klik Menunda Kesenangan untuk Sukses di Masa Depan |Delayed Gratification (Si Kutu Buku) di menit ke 5:42, dijelaskan beberapa langkah "bagaimana menunda kesenangan".
-
Batasi, kontrol dan kendalikan rasa senang dengan rasa bahagia, selaras dengan narasi "Senang Secukupnya, Bahagia Sepenuhnya". Kita akan bahas tentang kebahagiaan di artikel selanjutnya.
Semoga bermanfaat. Tetap semangat.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
- Tulisan ini kerjasama Rbebe dengan program Best Feeling Achievement
- Anda bisa lanjutkan membaca artikel Senang Secukupnya, Bahagia Sepenuhnya
- Masukan dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih




