Komunikasi"h" Biar Hidup Gak Kiamat | Langgeng

Tim RBeBe - 07 September 2022

Artikel ini lebih ditujukan untuk pengembangan dan kebahagiaan diri, kualitas hidup yang lebih baik dan bermakna. Untuk konteks yang lebih luas yang melibatkan orang banyak-misalnya dalam suatu organisasi atau perusahaan-, proses "komunikasih" memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Kiamat gimana?

Kiasan itu.

Iya tahu, segitunya amat pakai kata kiamat

Jangan salah, karena miskomunikasih dan krisis komunikasih, hari gini dunia makin kelam, gaya hidup makin sibuk, pilihan makin beragam bikin beban otak tanpa sadar, materilistis, makin menuntut namun cuek tidak peduli, krisis empati dan kasih, manusia makin penuh dengan tipu daya, ego dan kepentingan diri.

Terus?

Kondisi seperti itu kan bisa dikatakan "Kiamat". Baca deh di media, gangguan kejiwaan makin meningkat, kasus bunuh diri makin banyak, konflik makin mudah tersulut, tingkat perceraian main tinggi, alam makin hancur, hubungan ke Tuhan semakin dangkal. "Relasi" itu utama, ke Tuhan, ke alam, ke sesama dan makhluk lainnya, dan yang bisa menjadi aksi dan solusi adalah komunikasih. 

Terus lu salahkan komunikasi gitu?

Hanya mengarahkan untuk berkomunikasi pakai "h", penting tuuh.

Kenapa pakai pakai "h" segala?

Biar membedakan aja, jadi suatu bentuk komunikasi yang memanusiakan, bertujuan baik, menghargai, spiritualiis, cerdas dan bijak, suatu komunikasi dengan kasih sayang, CINTA. 

Halah lebay, terus tujuannya?

Ya selain menghindari konflik dan salah paham, yang terpenting untuk membangun kebahagiaan, relasi yang solid dan harmonis, hidup yang bertumbuh, maksimal, produktif dan positif.

Caranya?

Check it out..

PEMBAHASAN

Klik Komunikasi@Wikipedia

KESADARAN

Relasi yang langgeng, hangat dan harmonis sangat penting dibangun untuk produktivitas positif dan kebahagiaan. Klik Relasi Ga Bakal Basi (rbebe.id).

Saat ini komunikasi semakin diabaikan, disepelekan, dangkal dan manipulatif. Banyak faktor penyebabnya, dari gaya hidup yang semakin sibuk sampai menurunnya etika dan moralitas. 

Gagalnya komunikasi atau miskomunikasi menyebabkan hubungan dan relasi yang kacau, rentan konflik, manipulatif sampai gangguan kejiwaan.

TUJUAN

  • Menghindari salah paham dan konflik

  • Mencapai kebahagiaan yang sejati. Klik Senang Secukupnya, Bahagia Sepenuhnya (rbebe.id)

  • Membangun relasi solid dan harmonis yang berlandaskan hal positif (kepada Tuhan, manusia dan kehidupan secara luas)

  • Membangun hidup yang bertumbuh, maksimal, produktif dan positif.

Dijalankan dengan niat baik, komunikasih menempatkan "tujuan" (hanya) sebagai arah, tidak harus tercapai (ikhlas percaya pada ketentuan Yang Maha Kuasa dan Pengasih), namun prosesnya harus berdasar kebaikan, etika dan moral yang baik. Proses-yang merupakan perjalanan menuju tujuan- adalah utama, untuk dijaga, dibangun dan diselaraskan.

Klik Komunikasih Orangtua ke Anak (rbebe.id)

C I R I

Komunikasih berniat baik, ada kesadaran, mendengarkan, mempunyai empati, memberi kebaikan dan adil, ada senyum dan keramahan, tidak manipulatif namun jujur bijaksana. bukan otoriter namun mengerti dan kompromi.

Bermuatan Spiritualitas

Komunikasih mengikut sertakan keyakinan akan adanya sesuatu yang dianggap Pencipta, Tuhan, Zat Yang Maha Pengasih, Sang Penentu. Sehingga komunikasih selalu paralel, yaitu kepada sesama manusia dan kepada sesuatu yang maha besar dan mulia.

Komunikasih adalah suatu ibadah, komunikasi yang spiritualistis, melibatkan cinta kasih dalam keimanan. Berlandaskan hal yang baik, dengan niat baik, dilaksanakan dengan kebaikan dan untuk tujuan baik.

Pro Aktif Dengan Hati

Komunikasih tidak hanya dalam perkataan, namun dengan bahasa non verbal, perilaku yang dihasilkan sebelum dan setelah komunikasi dengan proses berpikir dan merasa. Berpikir atau bahkan mencari tahu dengan jernih sebelum berkomunikasi, berbicara atau merespon. Komunikasih menggunaan logika namun melibatkan hati, sesuatu yang diproses dulu, menimbang dan memandang dari berbagai sisi. Ribet? Kalau sudah terbiasa, maka komunikasih akan (lebih) mudah dan bisa (seperti) spontan.

Integritas

Antara niat, perkataan dan perbuatan baik perlu selaras. Agar komunikasih bisa berjalan optimal, hindari:

  • Bermaksud baik tapi tidak mencontohkan/teladan.

  • Mencontohkan baik tapi ada niat buruk, keuntungan atau ego diri (sekedar kamuflase, menjilat atau sejenisnya).

  • Narasi yang menyakiti atau tidak pada tempatnya.

Narasi & Pemaknaan

Kata-kata seperti "Maaf", "Tolong" dan "Terimakasih" adalah contoh kata-kata yang perlu dibiasakan dalam berkomunikasih. Maaf walaupun tidak berlaku salah, tolong walaupun kepada anak dan bawahan, terimakasih walaupun kepada pihak yang menerima*.

*Ucapan terimakasih bisa diartikan lebih luas, contohnya kepada penerima bantuan. Pemberi bisa memaknai bahwa ia diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan dan penerima sudah menyambut dengan baik. Terimakasih juga bisa diucapkan kepada penerima atas syukur kepada Tuhan yang telah memampukan si pemberi.

Klik 7 Elemen Komunikasih @rbebe.id

Contoh Sederhana Miskomunikasih

  • Pak Awa kesal sekali, dia janjian sama mahasiswa yang mau konsultasi, saat waktunya, si mahasiswa tidak datang, tidak ada kabar. Satu jam kemudian, ia baru muncul, alasannya macet. Saat ditanya kenapa tidak kirim pesan, hanya dijawab "maaf" oleh si mahasiswa.

  • Walau sesama wanita, Susi dongkol sama banyak wanita yang bila naik motor sering membahayakan orang lain. Asal belok saja, tidak pakai lampu sign, atau kasih lampu sign mendadak menjelang belokan atau lampu sign ke kiri, namun beloknya ke kanan dan perilaku lainnya.

  • Tino tidak respek ke ayahnya karena memberikan konsekuensi berat tanpa menjelaskan, padahal Tino tidak sengaja, lupa waktu, tidak melihat jam saat main game sehingga ia terlambat menjemput pamannya. Tino berharap ada penjelasan dari konsekuensi yang diberikan.

  • Bu Siti kesal saat ditegur suaminya di depan orang lain, saat ia membuang plastik ke tempat sampah bukan daur ulang, sementara tidak ada tulisan di tempat sampah yang tersedia."Peraturan kan perlu sosialisasi, kita mana tahu ya. Terus menegurnya di depan orang lagi, kata-katanya juga tidak sopan," curhat bu Siti.

  • Para peserta gladiresik bingung karena penjelasan panitia kurang terdengar. Mereka berharap baiknya ada penjelasan tertulis dan gambar petunjuk yang dibagikan sebelum gladiresik atau setelahnya.

  • Inem kebingungan, tergopoh-gopoh mendatangi pak RT, Sasa kecil tiba-tiba tidak ada di rumah. Ternyata ibunya Sasa-majikannya- pulang kerja lebih cepat dan langsung mengajak Sasa jajan ke warung tanpa memberitahu Inem yang sedang di dapur.

  • Wawan marah pada, Lisa-kakaknya- yang asik aja tiba-tiba menelpon dan "nyerocos" terus, padahal waktu itu masih jam kerja Wawan.

  • Pak Soni berniat akan memblokir akun WhatsApp Wawan, stafnya yang bolak-balik nge-chat dia karena perlu bantuan. Notifikasi "chat terbaca" akun WA Wawan disamarkan. "Sok penting banget nih bocah, saya aja bos nya ga gitu," batin pak Soni dalam hati.

Contoh Komunikasih

Perilaku sederhana dalam keseharian yang merupakan komunikasih contohnya:

  • Kalau sudah berjanji dan tidak bisa menepati, maka sebisa mungkin memberi tahu sebelum waktunya, lebih cepat lebih baik.

  • Setiap hasil diskusi yang dikerjakan masing-masing anggota dilaporkan ke group bersama agar koordinasi berjalan baik dan terlacak perkembangannya.

  • Saat mau menelfon seseorang lebih baik mengirim pesan dahulu dan berusaha mencari waktu yang pas, kecuali sifatnya urgent atau dalam situasi tertentu.

  • Saat akan bertanya dan membuat pernyataan, kuasailah dahulu bahan, situasi dan kondisi. Seringkali pertanyaan tidak perlu karena sudah ada jawaban atau pernyataan tidak sesuai kenyataan karena kurang mendalami dan memahami bahan, situasi dan kondisi.

  • Saat akan buat peraturan atau perlakuan tertentu, himpun aspirasi, dengarkan, buka ruang diskusi, sosialisasikan dan tetap adakan evaluasi. Dan berbagai contoh baik lainnya.

Bila Komunikasih Tidak Mendapatkan Respon Baik

Saat seseorang tidak merespon positif pada usaha komunikasih yang telah dilakukan (dengan sikap seperti membantah, tidak melakukan sesuai kesepakatan, tidak komunikatif, menyindir, mengomel atau lainnya), maka, pelaku komunikasih perlu tetap sabar, ikhlas dan terus melakukan komunikasih, untuk mencapai tujuannya, paling tidak untuk kebahagiaan (diri) dan relasi (tetap) harmonis, seperti tujuan komunikasih.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Dunia modern telah menyediakan alat komunikasi yang semakin canggih, praktis dan memudahkan, namun ternyata banyak ketidakharmonisan, kesalahpahaman dan masalah lain akibat miskomunikasi yang membuat relasi semakin buruk. Komunikasih semakin diperlukan dalam kondisi kehidupan yang semakin sibuk dan hubungan antar manusia serta spiritual (kepada Tuhan) yang semakin dangkal dan merenggang. Mari membangun diri dan kehidupan yang lebih baik dengan komunikasih.

Kiranya bermanfaat. Terus semangat.

(Artikel ini kerjasama RBeBe dengan program Langgeng)

Masukan dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.