Vitalnya Komunikasih Orangtua ke Anak | Happinest Parenting
Tim RBeBe - 25 June 2025
Sebelum membaca artikel ini, bisa membaca pemahaman (klik) Komunikasih (rbebe.id)yaitu komunikasi dengan KASIH SAYANG, berniat dan bertujuan baik, menghargai serta bijak, terkait spiritualitas yang bertujuan untuk membangun kebahagiaan, relasi yang solid dan harmonis (menjauhi konflik dan salah paham), hidup yang bertumbuh, maksimal, produktif dan positif. |
Pondasi komunikasih orangtua ke anak adalah orangtua yang baik dan "ramah anak", sehingga anak merasa nyaman, aman berelasi dengan orangtua Klik Pondasi Pola Asuh (rbebe,id)
"Seringkali kekuatan dari sesuatu yang diucapkan, tergantung pada siapa yang mengucapkannya". Seorang dokter akan dipercaya memberi saran kesehatan dibandingkan seorang pesakitan, seorang berhati baik akan dipercaya memberi nasihat dibandingkan penjahat.
Tips berkomunikasih dengan anak
-
Jaga ucapan untuk selalu bertujuan kasih sayang, kebaikan (bukan hinaan, pelampiasan emosi, sindiran dan hal-hal negatif lainnya). Bila emosi: tahan sejenak, hindari dahulu berkata-kata
-
Bangun komunikasi harian dari bangun pagi sampai mau tidur: bertanya, menyapa, beritahu, pamit (ya orangtua perlu pamit juga ke anak) dan seterusnya
-
Berempati, ada kepekaan, sensitif (bayangkan orangtua di posisi anak, apa yang mereka rasakan). Klik Komunikasi Empatik (Puspaga Harmoni)
-
Fokus pada membangun relasi erat, rendahkan/hilangkan ego diri
-
Bila berpotensi mempermalukan anak, saat berkomunikasi hindari keberadaan orang lain yang tidak perlu
-
Gunakan kalimat afirmatif: “Mainannya dirapikan ya, agar mudah dicari lagi,” daripada “Jangan berantakan terus!”
-
Apresiasi usaha: “Kamu sudah berusaha, keren.”
-
Tetap hargai pendapatnya, meski tak selalu setuju: "Baik mama sudah dengar pendapatmu, namun semoga kamu mengerti kenapa kamu tetap perlu tidur cepat."
-
Dengarkan dan tanggapi pendapat dan pertanyaan mereka dengan serius
-
Senantiasa gunakan ucapan menghargai seperti "tolong, maaf, terimakasih, permisi", sesuai keperluan
Setiap kelompok usia membutuhkan pendekatan yang berbeda (bahasa, sentuhan, emosi, kognisi, dan sosial): |
🧸Anak Usia Dini (0–6 tahun)
Karakteristik: Emosi kuat tapi belum stabil, belum paham logika kompleks, sangat sensitif terhadap nada suara & ekspresi wajah.
🟢 Tips & Trik:
-
Gunakan bahasa sederhana, penuh nada hangat dan lembut.
-
Kontak mata, sentuhan lembut, pelukan sangat penting.
-
Ulangi pesan positif: “Kita cuci tangan dulu ya, biar sehat.”
-
Pakai permainan, cerita, atau lagu saat menyampaikan pesan.
-
Gunakan pengalihan
🎒Anak Usia SD (7–12 tahun)Karakteristik: Mulai bisa berpikir logis, butuh pengakuan, belajar norma sosial, ingin tahu banyak.🟢 Tips & Trik:
|
🧑🎓Anak Remaja (13–15 tahun)
Karakteristik: Ingin mandiri, sensitif terhadap kritik, identitas diri sedang terbentuk, sering emosional.
🟢 Tips & Trik:
-
Mulai bisa mencoba memposisikan orangtua sebagai teman
-
Hindari nada menggurui. Gunakan pendekatan diskusi, bukan ceramah
-
Dengarkan lebih banyak, hindari menghakimi
-
Hargai perasaannya: “Ayah paham kamu kesal…” atau "Ibu tahu itu memang susah..."
-
Tawarkan pilihan dan tanggung jawab: “Kamu mau kerjakan PR sekarang atau setelah makan?”
-
Hindari mempermalukan. Bila perlu memberi masukan, lakukan secara privat dan bijak.
-
Berikan kepercayaan yang wajar, tapi tetap ada batasan yang disepakati.
🧑Usia Akhir Masa Anak (16/17 tahun keatas)Karakteristik: Mulai berpikir abstrak, reflektif, ingin otonomi penuh, tetap butuh bimbingan.🟢 Tips & Trik:
|
Sekali lagi, bisa membaca (klik) Komunikasih (rbebe.id), agar lebih paham. Klik Susunan Materi Parenting (rbebe.id). Terus semangat, kiranya bermanfaat.
(Kerjasama RBeBe dengan program Happinest Parenting)
Kritik saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih.
Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.
