Integritas Iman Kepada Tuhan, Selaras atau Melenceng? | Logika Imani

Tim RBeBe - 31 May 2023

Untuk yang berkepanjangan saat mengeluh, khawatir, tidak semangat, sedih, kecewa, marah dan yang terkait emosi negatif lainnya, artikel ini membahas keimanan akan adanya Sang Maha Kuasa, Zat Pencipta, Tuhan.

(Klik) Yakin Tuhan Itu Benar Ada? | Logika Iman (rbebe.id) 

Beriman? Beragama? Coba jelaskan, kenapa anda percaya Tuhan itu benar-benar ada? Banyak orang merasa ber Tuhan tapi dalam pola pikir, pola rasa dan pola perilaku kesehariannya seperti tidak menganggap Tuhan itu nyata.

Kalau anda bisa menjawab "Ya" dari pertanyaan diatas dan menjelaskan, maka tulisan berikut ini patut anda baca, dengan harapan, semoga anda menemukan jawaban dan arahan dari setiap permasalahan serta senantiasa (semakin) meraih kebermaknaan, ketenangan dan kedamaian.

LOGIKA IMAN

Ceritakan tentang iman anda. Contoh: Bila iman anda menyatakan Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Mengetahui, maka secara logika (berdasarkan iman tersebut): 

  • Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, menjadikan atau menghilangkan segala sesuatu pada diri dan hidup anda.

  • Senantiasa memberikan yang baik dan mengasihi anda.

  • Mengetahui apapun yang ada di sekeliling, di masa depan, kebutuhan dan semua tentang anda.

Contoh (lagi): Bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih itu mengatur rejeki, hidup mati dan jodoh, maka logika imannya:

  • Batas usia anda ada ditangan Tuhan. Bila saatnya, pasti akan meninggal. Bila belum saatnya, pasti anda tetap hidup. Tidak akan ada yang bisa mengubahnya, selain Tuhan.

  • Tanpa halangan, Tuhan akan memberikan rejeki sesuai rancangan baiknya, Ia bisa membuat kita kaya atau miskin dengan tujuan baik.

  • Tuhan akan mempertemukan jodoh terbaik sesuai rancangan Nya. 

Itulah beberapa contoh dari logika iman, yaitu logika yang berdasarkan iman kepercayaan (bukan logika secara ilmiah sains). 

Integritas Iman

Berikut contoh negara yang relijius namun banyak masalah sosial:
  • Brasil (mayoritas Katolik & Kristen Evangelikal): tingkat kejahatan & kekerasan tinggi, termasuk pembunuhan & perampokan, korupsi di dunia politik merajalela, ketimpangan ekonomi
  • Nigeria (mayoritas Islam & Kristen): Terorisme (seperti: Boko Haram), korupsi sistemik di berbagai sektor, ketegangan agama & etnis, konflik sosial berdarah.
  • Filipina (mayoritas Katolik): kejahatan termasuk korupsi & kekerasan.
  • India (mayoritas Hindu, lalu Islam, Kristen, Sikh): konflik agama & intoleransi sektarian, korupsi, kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi kasta.
  • Indonesia (mayoritas muslim): korupsi di pemerintahan & aparat hukum, Intoleransi agama & kekerasan SARA, manipulasi dalam pendidikan, ekonomi, dan birokrasi.

Coba ukur diri anda. Apakah anda mempunyai perasaan "manusiawi" seperti:

  • Ingin enak, senang, nikmat, mudah, cepat, tidak mau susah.

  • Cemas saat terlambat. 

  • Khawatir saat uang menipis. 

  • Marah saat direndahkan. 

  • Kecewa saat keinginan tidak terkabul. 

  • Merasa paling benar saat ada yang (dianggap) salah.

  • Merasa bahwa semata-mata usaha & kemampuan dirilah yang membuat sukses dll. 

Atau perilaku seperti:

  • Ngebut saat terlambat, membahayakan diri dan orang lain, melanggar aturan. 

  • Berbuat curang, tidak jujur, menutupi. 

  • Doa minta banyak hal dan menuntut (atau lebih banyak meminta daripada bersyukur*).

  • Menghakimi,** dll.

*Seolah diri sendiri Maha Tahu dan Tuhan perlu tunduk sesuai doa keinginan diri.

**Daripada berdiskusi, meneladankan dan memberitahu secara baik. 

Sekarang tanyakan pada diri anda, apakah pikiran dan perilaku anda sudah sesuai dan berjalan lurus dengan iman kepercayaan anda?

Saat iman anda menyatakan Tuhan benar-benar ada dan Ia Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Mengetahui, maka seharusnya diikuti pola pikir dan perilaku yang sesuai (integritas) seperti:

  • Anda akan berjuang dan berusaha senantiasa untuk keinginan, lalu berserah dan ikhlas (bahkan menyambut sukacita) untuk hasilnya, apapun itu.

  • Apapun yang terjadi-walau tidak sesuai keinginan dan harapan-, senantiasa bergembira, bahagia dan bersyukur (sembari terus evaluasi), karena semua baik.

  • Menjaga kejujuran dan kebaikan dalam segala hal.

  • Menghadapi segala yang berat dan menyusahkan dengan tenang dan percaya (bahkan sukacita) bahwa semua bertujuan baik (layaknya berat atau susahnya ujian naik tingkat atau proses penyembuhan menuju sehat).

  • Tidak ada khawatir karena percaya semua dalam kuasa dan rancangan Nya (tidak terburu-buru dalam berkendara, tidak cemas menunggu hasil dll).

Saat anda merasa Tuhan benar-benar ada dan Ia Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Mengetahui maka anda seharusnya tidak mengeluh, tidak khawatir, tidak bersedih, tidak marah, tidak kecewa. Itulah integritas iman yaitu pola pikir dan perilaku yang sesuai dengan iman kepercayaan. 

Kita bisa bertanya pada diri sendiri apakah pola pikir dan perilaku kita sudah berintegritas, lurus dan sesuai dengan iman yang kita yakini? Anda perlu berpikir apa yang diukur dalam perjalanan hidup anda, sesuatu yang selaras dengan iman anda atau hal-hal diluar iman yang biasanya cenderung duniawi, terkait ego diri dan kesenangan semata?

Bagaimana Berintegritas

Dalam konteks keimanan akan adanya Tuhan:

  • Perdalam keyakinan, bahwa Tuhan itu ada dan rasakan keberadaannya

  • Perbanyak berkomunikasih dengan Tuhan. Doa bisa dilakukan setiap saat, bahkan sembari berkegiatan doa bisa terus terucap

  • Libatkan iman lebih luas, meminta petunjuk, saat akan memilih, menilai, evaluasi dan sikap sehari-hari lainnya

  • Kurangi-bahkan hilangkan-, permintaan terkait kesenangan dan ego diri, perbanyak bersyukur

  • Menakar segala sesuatu berdasarkan baik/buruk nya (sesuai iman), bukan untung/ruginya (secara materi)

  • Menjauhi lingkungan buruk/negatif, mendekati lingkungan baik/positif

  • Rendah hati, senantiasa membuka pintu hati

  • Bergaya hidup sehat, positif dan sederhana.

Hidup Penuh Makna, Tenang & Damai

Tini dan Tina adalah saudara kembar yang sangat dekat dan mengasihi. Mereka hidup serumah dan senantiasa bersama. Setelah puluhan tahun hidup bersama Tini harus pindah ke Toraja untuk bekerja. Setahun kemudian Tina berkunjung sekalian akan berwisata, ia percaya pada Tini sepenuhnya untuk mengatur segalanya. Kemana ia akan berkunjung, transportasi, penginapan dan lainnya.

Demikian saat kita hidup di dunia, kita tidak mengetahui segala hal. Bila kita percaya keberadaan Tuhan, kita perlu berserah dan percaya sungguh-sungguh pada Nya, berserah pada keinginan dan harapan, berintegritas sesuai logika iman yang kita yakini, untuk hidup penuh makna, tenang dan damai.  

Kiranya tulisan ini bermanfaat. Terus semangat.

(Tulisan ini kerjasama RBeBe dengan program Best Feeling Achievement)

Kritik saran mohon disampaikan kepada kami, terimakasih.