Jebakan Berdiferensiasi?
Tim RBeBe - 08 November 2023
“Bagaimana ya ngajarnya, yang ini audiotori, ini kinestetik, ini visual, kan siswanya banyak. Walau seumur, ada yang sudah lancar membaca, ada yang belum bisa sama sekali, ada yang belum lancar” keluh Anto.
“Bisa lah, kau perbanyak saja tubuhmu di mesin potokopi he he,” ujar Tiur.
Percakapan diatas terkait (klik) Pembelajaran Berdiferensiasi & Tantangannya yang memunculkan pertanyaan, "Apa pembelajaran berdiferensiasi bisa atau mudah diwujudkan?"
Berikut Beberapa Pembahasan Terkait Pembelajaran Berdiferensiasi:
-
Pemahaman Pembelajaran Berdiferensiasi (Catatan Guru Muda)
-
23 Pembelajaran Berdiferensiasi (PPG GTK Kemendikbud)
-
JUARA 1 Video Pembelajaran Berdiferensiasi Tingkat SD (SD NEGERI JURUMUDI 4)
-
JUARA 1 Video Pembelajaran Berdiferensiasi Tingkat SMP (SMP NEGERI 6 PUPUAN)
PRIVAT?
Pembelajaran Berdiferensiasi tampak selaras dengan (klik) Pembelajaran Individual, konten, proses dan produk edukasi dibedakan untuk menyesuaikan dengan karakteristik tiap individu/siswa. Tantangan besar akan muncul, saat guru secara paralel mengajar siswa yang berjumlah banyak. Lain halnya bila konsep kelasnya privat, yaitu 1 guru 1 siswa.

Jebakan Berdiferensiasi |
Beberapa narasi berikut bisa menjadi refleksi terkait pembelajaran berdiferensiasi:
-
Prioritaskan hal lebih perlu dibenahi (seperti Asesmen Guru dan Masalah Guru), sebagai pondasi sebelum melangkah pada pembelajaran berdiferensiasi.
-
Walau siswa mempunyai kecenderungan cara belajar tertentu (auditori, kinestetik atau visual), namun ia perlu beradaptasi dengan berbagai cara belajar dan media yang tersedia. "Pemanjaan" dengan mengikuti secara penuh gaya belajar siswa bisa menghasilkan siswa yang susah beradaptasi dan "lembek".
-
Konsep berdiferensiasi perlu ditakar, tidak diobral. Konten, produk dan proses yang kreatif bisa melatih ketenangan dan fokus serta melewati kebosanan. Kuncinya berikan motivasi, pola pikir yang bertumbuh.
-
Materi tertentu mempunyai karakteristik konten, produk maupun prosesnya, contohnya seperti pelajaran olahraga yang seharusnya lebih banyak praktek (psikomotorik, kinestetis), walaupun diberikan pada siswa yang cenderung audiotory atau visual. Menerapkan pembelajaran diferensiasi perlu cermat, berimbang dan sesuai porsi.
Usulan Untuk Pembelajaran Berdiferensiasi
-
Pembelajaran berdiferensiasi bisa diartikan sebagai suatu pembelajaran yang beragam, kreatif, inovatif dan menyenangkan untuk diterapkan secara umum, untuk seluruh siswa (tidak selalu untuk membedakan siswa satu dan lainnya).
-
Tidak dipaksakan, melainkan dilaksanakan sesuai sumber daya, situasi dan kondisi yang ada.
-
Gunakan teknologi dan internet sehingga konten, proses dan produk bisa beragam. Contoh: ada yang melihat video, mendengarkan dan ada yang membaca.
-
Bahkan perilaku, gestur, mimik dan suara guru pun bisa menjadikan proses pembelajaran berdiferensiasi.
CATATAN:
-
Untuk anak berkebutuhan khusus memang selayaknya perlu pembelajaran berdiferensiasi dengan siswa yang normal.
-
Pembelajaran berdiferensiasi memang paling mudah dilakukan konsep kelas privat.
-
Sumber daya (jumlah guru, kompetensi, sarana, waktu, teknologi) menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran yang berkualitas.
-
Bahwa konten, produk dan proses itu bisa menjadi suatu kesatuan. Contohnya guru memberikan pembelajaran di luar ruang atau menggunakan aplikasi tertentu, tentu saja ada unsur konten, produk dan proses yang saling menyesuaikan.
-
Lakukan secara kreatif, inovatif yang bermakna dan kontekstual. Bila memungkinkan gunakan teknologi, permainan, ada unsur motivasi (tidak melulu konten yang terkait langsung dengan tema), kelas luar ruang dan lain sebagainya.
Jangan terjebak, lakukan pembelajaran berdiferensiasi secara bijak, sesuai situasi kondisi. Intinya, bagaimana siswa termotivasi, terdorong dan bersemangat untuk belajar dan maju.
Klik Susunan Materi Kurikulum Merdeka di RBeBe. Kiranya bermanfaat. Tetap semangat
(Tim RBeBe)
Kritik saran mohon disampaikan kepada kami, terimakasih.


