Asesmen Mandiri Guru Menyeluruh, Perlukah?
Tim RBeBe - 07 November 2024
Asesmen bisa dikatakan salah satu bagian dari (klik) Evaluasi (Wikipedia).
Artikel (klik) Filosofi Pohon Baik (rbebe.id) mengarahkan agar dalam suatu permasalahan atau suatu pembangunan, sebaiknya mencari dan membangun dari akar dan pondasi yang kokoh agar tercapai tujuan secara optimal. Bagaimana dengan permasalahan dan pembangunan guru? Dalam pendidikan di sekolah dan kaitannya dengan karakteristik, kompetensi serta kesiapan guru?
Berbagai tes dan asesmen yang dilakukan bisa mencakup kompetensi kognitif, pedagogik, profesional, mental-kepribadian sampai sosial. Berikut asesmen yang bisa dilakukan secara mandiri dan pribadi, agar seorang guru mendapat gambaran jelas akan karakteristik dan kompetensi dirinya, sehingga mampu mengajar dengan optimal dan bahagia.
Asesmen Diri
Klik Standar Kompetensi Guru @Wikipedia
Saat seorang guru yang diarahkan mempunyai bekal materi yang baik, ditunjang kurikulum bermutu dan sarana prasarana yang mendukung, apa yang paling penting (akar dan pondasinya) untuk menjalankan semua itu? Ya tentu saja diri guru itu sendiri. Bila anda seorang guru, mari tanyakan pada diri anda bagaimana:
-
Niat: Apakah anda sungguh berniat menjalankan peran anda sebagai guru yang baik dan bertanggungjawab?
-
Waktu: Apakah mencukupi? Dalam 24 jam anda perlu istirahat, membagi waktu dengan keluarga, refreshing dan lainnya. Seberapa bijak anda menyisihkan waktu untuk mempersiapkan dan menjalankan proses pembelajaran?
-
Tenaga: Seberapa kuat dan rela anda untuk memberi dampak optimal untuk capaian pembelajaran?
-
Pikiran: Apakah anda dapat bekerja dengan menjaga pikiran yang tenang, damai, bahagia?
-
Kepribadian: Bagaimana karakter, watak, sifat dan sikap anda. apakah sudah mengarah kepada wujud guru yang baik?
-
Kompetensi: Apakah ilmu anda mencukupi?Apa yang perlu dibangun dan ditingkatkan?
-
Sosial: Bagaimana kemampuan anda dalam bekerjasama, berdiskusi, bermusyawarah, berkolaborasi dengan mitra kerja atau mengikuti arahan pimpinan?
-
Mental: Seberapa kuat anda bisa bertahan dalam gempuran beban pekerjaan dan relasi?
Klik Anak Paling Bodoh Jadi Juara | Yohanes Surya (By Genius 2). Perhatikan menit 1:50*
*Guru yang menghasilkan murid yang berhasil adalah guru yang baik (yang memotivasi dan menginspirasi) dan metode yang baik.
Bagaimana Menyikapinya?
Menjaga suasana hati dan pikiran agar tetap senang, bahagia dan bersemangat adalah pondasi dalam anda mengajar. Dengan gaya hidup yang semakin sibuk saat ini-termasuk media sosial dan internet yang seringkali merampas waktu kebanyakan manusia modern-, maka perlu anda tetapkan:
-
Lakukan motivasi pada diri anda, berefleksi, memperdalam kesadaran dan pengenalan diri. Menonton (klik) Berbagai Kisah Nyata Pendidikan dapat turut berkontribusi memantik motivasi dan semangat anda.
-
Waktu yang rela anda berikan diluar jam kerja anda, untuk mempersiapkan pembelajaran yang akan berlangsung dan terus mengasah kompetensi diri.
-
Sesuaikan dengan tenaga anda.
-
Sesuaikan dengan ilmu, kesiapan dan kompetensi anda saat ini.
-
Takar tingkat stress anda, saat stress menetap dan memburuk, saatnya anda melakukan evaluasi.
*Dalam melihat kesiapan dan kompetensi guru, ada banyak alat ukur yang dipakai, seperti ditunjukkan di video berikut:

Klik Contoh Soal Asesmen Kompetensi Guru (AMUST CHANNEL)
Menjadi Lebih Baik
Setiap saat, seorang manusia idealnya terus belajar dan membangun dirinya menjadi lebih baik, bagi seorang guru bisa menjaga dan meningkatkan kecerdasan Intelektual, kecerdasan emosi dan spiritual secara paralel dan berimbang. Berbagai ilmu saat ini bisa diperoleh dengan mudah.
Kemerdekaan Yang Bertanggungjawab
Memberikan kebebasan kepada guru dalam menjalankan pembelajaran yang optimal sesuai situasi dan kondisi dirinya bisa dilakukan. Pola pikir bahwa siswa perlu dihantarkan menjadi individu yang maju, berilmu dan ber Pancasila dengan cara yang merdeka dan bertanggungjawab.
Bagi guru yang kesulitan mengikuti kesepakatan-Ibaratnya-, walaupun hasil kesepakatan berharap tiap anggotanya membangun 5 gedung. Bagi yang tidak mampu, lebih baik membangun 3 gedung yang kokoh daripada memaksakan diri membangun 5 gedung yang rapuh. Inipun bisa diterapkan ke siswa. Saat siswa berada dalam kondisi belum mampu dan paham dalam materi tertentu serta berbagai perbedaan lainnya yang ada, maka guru diharapkan menerapkan Teaching at the Right Level dan Pembelajaran Berdiferensiasi yang disesuaikan dengan kesiapan dan kompetensi dirinya sendiri.
Dengan semangat kemerdekaan yang bertanggungjawab, kepala sekolah dan guru dapat berdiskusi dan bermusyawarah untuk mufakat mencapai titik temu agar proses belajar (yang fleksibel sesuai kondisi siswa) dapat dicapai secara optimal dengan melihat kesiapan dan kompetensi guru serta siswa terkait.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Klik Susunan Materi Kurikulum Merdeka di RBeBe. Kiranya bermanfaat. Terus semangat.
(Tim RBeBe)
Kritik dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

