Ego Best dalam Best Feeling Achievement, Senang Menuju Bahagia

Tim RBeBe - 03 March 2026

Dalam Best Feeling Achievement/(klik)BFA, manusia hidup dengan dorongan mencari rasa: 

  • Kesenangan (pleasure), kenikmatan cepat/instant dan langsung terasa: makan enak, hiburan seru, rasa aman, dihargai, dipuji, dianggap penting dan seterusnya. Ego masuk dalam kelompok ini.

  • Kebahagiaan (meaningful happiness), berkaitan dengan makna hidup: merasa hidup berguna/berarti, memberi manfaat, kebaikan, cinta kasih sehingga mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Kebahagiaan biasanya lebih tenang, lebih dalam, dan lebih bertahan lama.

Klik Senang Secukupnya, Bahagia Sepenuhnya

Ego Sebagai Pencari Kesenangan Psikis

Ego menyenangkan batin, seperti: senang dipuji, dihormati, dianggap berhasil, terlihat baik, dianggap bernilai

  • Berpakaian bagus agar dipuji (tidak menanggung malu)

  • Sukses agar dihormati (tidak direndahkan)

  • Menjaga perilaku agar dihargai (tidak dicemooh)

Ego sebagai mekanisme pertahanan diri

Ego membantu manusia menjaga harga diri, perilaku sampai keharmonisan sosial. Contohnya:

  • Manusia normal tidak berjalan telanjang di depan umum.

  • Manusia menjaga sopan santun.

  • Manusia berusaha tidak mempermalukan dirinya.

Semua ini terkait dengan rasa dan citra diri. Dalam batas tertentu, ego terbukti menjaga kehidupan baik berlangsung. Apa jadinya orang tidak tahu malu dan saling tidak menghargai. 

Ketika kesenangan ego menjadi berlebihan

Karena manusia mempunya rasa (senang, benci, jijik, malu, bangga), maka ego pun ada. Ego menjadi racun saat seseorang mulai fokus dan terintimidasi pada kebutuhan memoles citra diri, untuk pengakuan, pujian, penghargaan dan menghindari direndahkan atau merasa malu.

Obsesi untuk terlihat sempurna, lebih baik dari yang lain, takut dianggap biasa, sehingga seseorang hidup untuk menjaga atau mengejar penilaian orang. Sehingga dorongan membeli barang, memakai barang atau bahkan makan dan tempat makanpun semakin mengintimidasi agar tetap terlihat baik, jangan sampai direndahkan. Ego yang mulai mendominasi.

Mencari penghasilan untuk hidup layak adalah wajar, namun jika seseorang mengejar kekayaan agar terlihat lebih hebat, dihormati karena status, merasa lebih tinggi dari orang lain, maka kekayaan akan mengintimidasi secara berlebihan. Kekayaan dikejar untuk kesenangan jasmani dan pikiran.

Berbuat baik yang merupakan perilaku luhur, namun bisa juga mengintimidasi bila dilakukan agar dipuji, dianggap paling baik, dianggap paling religius. Sehingga perilaku baik tersebut tidak otentik, melainkan pamrih.

Klik Pleasure Awareness, Seramnya Kebanyakan Senang-Senang (rbebe.id)

Ego Sebagai Tahap Perkembangan Manusia

Ego adalah kawan yang bisa menjadi lawan. Pada tahap awal kehidupan, manusia membutuhkan perhatian, pengakuan dan penghargaan. Ini seperti fase kanak-kanak dalam perkembangan batin.

Seiring kedewasaan, ego seharusnya bertumbuh menjadi kesadaran yang dewasa yaitu menuju cinta kasih. Perilaku muncul bukan karena keuntungan egois diri namun untuk kebaikan yang dipancarkan.

Pada tahap ego, seseorang melakukan sesuatu karena ingin dihormati, dianggap baik, dipuji, tidak direndahkan,tidak dicibir atau dilecehkan. Namun ketika kesadaran berkembang, motivasi berubah:

  • Berpakaian rapi karena menghargai diri sendiri dan orang lain. Tidak perlu terlihat mewah.

  • Berbuat baik karena ingin membantu sesama. Tidak memaksakan, sesuai kondisi.

  • Bersikap sopan karena etika baik dan tidak ingin menyakiti orang lain. Perilaku tidak dibuat-buat.

Tindakan yang dilakukan mungkin tampak sama, tetapi dorongan dan alasannya berbeda. Yang awalnya berasal dari ego, yang mengandung kepalsuan, kini otentik, berasal dari cinta kasih dan kesadaran.

Perubahan Kesenangan Menuju Kebahagiaan

Dalam perjalanan hidup manusia, pengalaman rasa selalu ada dan akan selalu ada:

rasa → perilaku → rasa

Rasa adalah hasil proses berpikir dari stimulus 

dan hasil dari setiap tujuan

Klik: Karena Rasa Adalah Segalanya (rbebe.id)

Pada tahap kesenangan, manusia banyak digerakkan oleh ego.

Namun ketika seseorang mulai menemukan makna hidup, pusat kehidupannya berubah.

Seseorang tidak lagi terobsesi untuk merasa senang, tetapi untuk menjalani hidup yang bermakna.

Di sinilah kesenangan mulai berubah menjadi kebahagiaan yang lebih dalam.

Ego Best

Kedewasaan mentransformasi ego agar berfungsi efektif. Ego tidak lagi mendominasi dan mengintimidasi, tetapi berfungsi secara wajar.

Seseorang secara alami menjaga penampilan, sikap, perilaku. Namun bukan lagi karena ingin mempertahankan citra diri, melainkan karena menghargai kehidupan, menghormati orang lain dan ingin menghadirkan kebaikan, memberi diri.

Dalam konsep Best Feeling Achievement, manusia mengejar rasa terbaik dalam hidupnya dengan tindakan yang lahir dan diawali dari kesadaran yang memancarkan cinta kasih, menuju kebahagiaan yang sejati yang penuh makna: 

  • Suka menjadi Cinta

  • Bangga menjadi Syukur

Sehingga perasaan terasa bahagia, tenang, damai dan bermakna. 

Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.

(Tim RBeBe)