Stunting, Penyebab dan Pencegahannya

Tim RBeBe - 07 September 2023

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (klik stunting untuk penjelasan di situs Kementerian Kesehatan/Kemenkes). 

Klik Stunting di Wikipedia yang menjelaskan berbagai hal, dari definisi, penyebab, pencegahan, dampak dan tanda sampai studi terkait stunting.

1000 Hari Pertama Kehidupan/HPK

Dimulai saat janin berada di perut seorang wanita (bahkan kondisi sebelum masa kehamilan juga berperan penting) sampai 2 tahun pertama setelah kelahiran, adalah saat-saat berharga dan sensitif untuk membuat bayi bertumbuh sehat dan optimal. Dalam masa pondasi pertumbuhan tersebut, Imunitas bayi masih rendah. Si kecil sedang membangun daya tahannya, untuk itu perlu ekstra perhatian agar ia tetap sehat dengan gizi serta perawatan yang baik dan benar.

Pemerintah sangat gencar menekan angka stunting di Indonesia, karena dampak negatif stunting sangat besar pada kualitas hidup seseorang, keluarga bahkan bangsa.

Dampak stunting bisa berlanjut sampai generasi selanjutnya. Bayangkan seorang perempuan yang kurang gizi lalu saat dewasa ia sakit-sakitan dan secara fisiknya lemah, lalu saat ia menikah dan melahirkan, maka anaknya juga sangat berpotensi menjadi seorang manusia yang berkekurangan secara fisik, termasuk pada kinerja otaknya.

Berbagai Faktor

Walau penyebab stunting adalah kekurangan gizi (lihat berbagai penjelasan diatas) namun hal ini bisa dipicu berbagai faktor seperti:

  • Kemiskinan (tidak mampu memberikan asupan bergizi)

  • Pengetahuan kurang (tidak tahu bagaimana mencukupi gizi anak)

  • Karakter buruk (acuh terhadap asupan bergizi dan pertumbuhan anak)

  • Gaya hidup buruk (gaya hidup orangtua yang berdampak juga pada anaknya)

  • Orangtua tidak harmonis, komunikasih buruk, lingkungan hidup buruk dan seterusnya.

Ingat anak pendek belum tentu stunting (bisa karena faktor genetik orangtua), tapi stunting jelas membuat anak pendek (walaupun orangtua tinggi, anak bisa bertubuh pendek karena stunting). 

Bahu membahu Menekan Stunting

Pemerintah melalui KEMENKO PMK (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) yang membawahi berberapa kementerian, telah menetapkan penurunan tingkat stunting sebagai prioritas nasional dari 24,4% pada 2021 diharapkan menjadi 14% pada 2024, melalui RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).

Dalam PP No 72 Tahun 2021 pemerintah mendorong sejumlah langkah, seperti peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan terkait program penurunan angka stunting di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.

Gambar: 5 Pilar Percepatan Pencegahan Stunting.

Klik Kesehatan Balita @rbebe.id Kiranya bermanfaat. Terus semangat

(Tim RBeBe )

Kritik saran mohon disampaikan kepada kami, terimakasih.

Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.