Memahami Anak | Happinest Parenting

Tim RBeBe - 01 September 2023

Klik video Perasaan Adalah Kunci Utama Memahami Manusia @Seputar Parenting 

Kalau kita amati seorang anak (termasuk usia dewasa) mempunyai kecenderungan:

  • Pencari kesenangan, keseruan, tidak suka sesuatu yang membosankan. Disini kecenderungan sikap egois, ingin yang enak, mau menangnya sendiri, yang menyenangkan, seru dan kerewelan meminta dan menuntut akan timbul. Kesenangan ini bisa diredam dengan makna dan arti kebaikan (jelaskan untuk membatasi kesenangan untuk hal yang baik sehingga anak akan paham dan belajar mengontrol kesenangan).

  • Terkait "pencari kesenangan" ini, anak mudah tergoda atau terpengaruh pada lingkungannya. Melihat teman-temannya makan es atau pakai baju baru atau main game, anak cenderung akan tergoda dan terpengaruh untuk ikut atau meminta ke orang tua. Orangtua menjelaskan dengan baik bahwa anak tidak selalu bisa mendapatkan keinginannya, serta kegiatan preventif untuk berusaha agar anak berada di lingkungan yang positif.

  • Membawa kecenderungan genetik termasuk perilaku yang tampak, ada yang cenderung cerdas, cepat emosi, tidak sabar, tidak senang makanan minuman tertentu, suka bicara, ceria selalu, pendiam, tenang dan seterusnya.

  • Pengamat dan pembelajar yang mudah terpengaruh dari lingkungan sekitar. Apa yang ia tonton, dengar, terima, dari orangtua, teman-teman, tokoh idola dan orang disekitarnya.

  • Setelah mengamati, seseorang membutuhkan proses belajar dan pembiasaan agar suatu sikap baik terwujud dan menetap.

  • Membutuhkan keteladanan. Ini yang sering menjadi krisis saat ini dimana orangtua tidak cukup baik memberkan keteladanan pada anak, sehingga figur lain yang dianggap pantas sebagai idola akan membekas dan bisa sangat mempengaruhi anak.

  • Pencari identitas akan siapa dirinya, mengapa dirinya ada, siapa dan bagaimana Tuhan nya, agama nya, apa yang diinginkan/disukai dan tidak diinginkan/disukai, siapa orang disekitarnya, pendukung dan penolaknya, teman-temannya dan seterusnya.

  • Makhluk sosial yang suka berteman. Ada yang suka ramai-ramai, teman banyak, namun ada yang suka berteman hanya dengan orang tertentu yang dirasakan paling pas dan nyaman. 

  • Butuh pengakuan bahwa dirinya bisa, dirinya berharga, diinginkan, diakui.

  • Senang dengan ikatan emosi yang kuat, sehingga waktu kebersamaan yang intim, hangat dan berkualitas akan membekas di hatinya. Orangtua yang memberikan ikatan emosi yang kuat akan mudah berkomunikasi dan mengarahkan anak dibandingkan yang tidak. Ini juga sebabnya memberikan berbagai barang mewah, termasuk oleh-oleh mahal tidak akan menggantikan dasyatnya waktu kebersamaan yang intim, hangat dan berkualitas.

  • Segala hal yang bermakna kuat dan mudah dipahami anak, akan bertahan di pikiran secara mendalam dan akan meredam kesenangan (yang berlebihan). Untuk itu, para orangtua dan pendidik bisa membantu mengarahkan dan menjelaskan dengan sederhana dan logis sesuai kemampuan berpikir anak. Makna mendalam akan memberikan bekal moral dan etika, empati, karakter baik, kemamuan menghindar godaan dan menahan diri.

Perilaku 'Nakal' Anak

Apakah nakal itu? Kata nakal biasanya dilontarkan pada anak yang berperilaku buruk, entah itu membantah, berbohong, berkelahi, kasar, bicara kotor, malas, manja, merengek, menuntut dan lain sebagainya. Orangtua seringkali mudah melabel anak nakal bila tidak dapat mengikuti hal-hal yang dianggap baik sesuai standar dan norma yang dipegangnya tanpa mau repot mencari akar masalah dan pertimbangan lain untuk kebaikan anak

Perlu disadari bahwa sikap anak timbul dari:

  • Kecenderungan genetik yang dibawa dari lahir

  • Pengaruh lingkungan: pola asuh dan sikap orang tua, pengaruh dar lingkungan dalam rumah dan juga pergaulan di luar rumah

Perilaku 'nakal' perlu dipahami dan disikapi dengan bijak, tidak menyudutkan anak, dan memahami bahwa anak hanya mengikuti apa yang sudah ada di dalam dirinya dan terpengaruh pada hal-hal disekitarnya. Tugas orangtua adalah mendidik dan mengarahkan anak menjadi baik. Bila belum berhasil, orangtua perlu melakukan evaluasi pola asuh/pola didik, mendengar dan berdiskusi dengan anak sampai mencari tahu atau meminta bantuan pada ahlinya.

Cari Latar Belakangnya

Berikut beberapa hal yang bisa orangtua cermati terkait perilaku anak, apakah orangtua:

  • Sudah mencontohkan yang baik? Memberi teladan?

  • Sudah cukup mendampingi anak? Memberi waktu berkualitas, kebersamaan dengan anak?

  • Memberi lingkungan yang positif bagi anak? (Bila tidak memungkinkan, apakah kita sudah berusaha mencari solusi?)

  • Sudah merancang tata aturan yang baik, bijak, konsekuen dan sesuai situasi kondisi

  • (Bila sudah cukup umur) Sudah bertanya, mendengar dan mengajak anak berdiskusi?

  • Sudah memberi solusi baik bila kita melarang sesuatu atau tidak mengabulkan keinginan anak?

Perlu motivasi, niat, usaha dan aksi nyata agar orangtua mampu mengatasi berbagai tantangan diatas, sehingga anak sebagai makhluk yang dititipkan dan dianugerahkan dalam kehidupan keluarga, berhak mendapat pola asuh yang optimal dari orangtuanya, agar kelak ia menjadi manusia (ter) baik sesuai peran dan panggilannya.

Tetap semangat, semoga bermanfaat.

Klik Susunan Materi Parenting (rbebe.id)

(Artikel Ini Kerjasama RBeBe Dengan Program Happinest Parenting)

Masukan dan saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.