Natal Yang Sangat Menampar

Tim RBeBe - 11 December 2023

Mari renungkan dengan jujur, saat melihat kandang domba tempat Yesus lahir didampingi Yusuf dan Maria, dalam kebersahajaan. Namun ornamen kandang buatan itu ditempatkan di suatu bangunan yang (cenderung) mewah, dengan polesan ornamen yang berkilau, dekorasi dan tata lampu yang mahal, udara yang didinginkan, tempat duduk yang dibuat nyaman dan makanan minuman nikmat yang berlimpah. Sementara banyak orang masih miskin dan papa bahkan kelaparan.

Hari Natal adalah peringatan dan pemaknaan akan penebusan untuk keselamatan manusia yang dimulai dengan kelahiran Yesus Kristus, dimana bagi mayoritas umat Kristiani diyakini sebagai Tuhan Sang Pencipta yang merupakan bagian dari Tri Tunggal (tiga namun satu) Maha Kudus yang tak terpisahkan.

Ada umat mengilustrasikan Tri Tunggal seperti matahari yang terdapat tiga unsur: 

  1. Pusatnya yaitu matahari itu sendiri, 

  2. Sinarnya yang sampai ke bumi 

  3. Rasa panas/dampak yang dirasakan saat menyentuh kulit.

Dimana itu berasal dari satu kesatuan, yaitu matahari.

Teladan Yang Sangat Kuat

Sejarah Budaya Natal berpondasi dari pernyataan yang terdapat dalam injil Lukas dan injil Matius tentang kelahiran Yesus untuk penebusan bagi keselamatan manusia. Ada beberapa teladan yang sangat kuat yang jelas terpancar saat kelahiran Yesus, yaitu cinta kasih yang berupa pengorbanan, kerendah hatian dan kebersahajaan/kesederhanaan. Klik 3 In 1 Natal Yang Konsisten (rbebe.id) Ketiga hal itu selaras, saling mengikat, melengkapi dan menguatkan:

  • Kelahiran Nya di dunia adalah keteladankan 'pengorbanan' dan 'pemberian' wujud Nya yang Agung dan Mulia, menjadi manusia yang nantinya disiksa dan disalib sebagai penebusan umat Nya

  • Tuhan yang Maha Pencipta dan Maha Besar telah merendahkan diri Nya serendah-rendah Nya lahir sebagai manusia biasa yang akan disiksa dan disalib untuk keselamatan umat yang dikasihi

  • Allah yang Maha Kuasa rela menjadi manusia dengan kebersahajaan/kesederhanaan sejak dari lahir di suatu palungan dalam kandang hewan. Kebersahajaan/kesederhanaanNya adalah kesejatian, bukti dari sikap kerendahan hati. 

Bagi orang percaya dan beriman, tiga hal yang telah diteladankan sang Pencipta seharusnya merupakan tamparan keras bagi manusia yang seringkali egois, sombong dan bergaya hidup yang menyenangi kemewahan. Cinta kasih yang penuh dan sejati seharusnya mempunyai unsur pengorbanan, kerendahhatian dan kesederhanaan.

Keteladanan dalam Kepenuhan Hidup Kristiani

Saat pengorbanan, kerendahhatian dan kesederhanaan-yang telah diteladankan Yesus-, terwujud, maka seseorang menuju kepenuhan hidup. Hal itu dapat terwujud saat: 

  • Seseorang merasa limpahnya anugerah Tuhan dalam hidupnya setiap hari, dari kesulitan maupun kemudahan, dari kekurangan maupun kelebihan, duka maupun suka. Saat seseorang benar-benar merasakan kelimpahan anugerah Tuhan tersebut, maka  ia akan menyalurkan dan memancarkan pada sekitarnya dengan cinta kasih nyata, pengorbanan, pemberian dari diri kepada sessama dan sekitar.

  • Seseorang merasa ia adalah suatu ciptaan yang penuh kekurangan dan kelemahan, semua yang ia dapatkan adalah anugerah. Saat seseorang sadar bahwa Tuhan-sang Pencipta-, telah merendahkan diri serendah-rendahnya, menjadi manusia, disiksa dan disalib, maka ia seharusnya tahu bahwa ia tak layak bermegah dan sombong, melainkan senantiasa bersikap rendah hati

  • Seseorang telah merasakan 'cukup' dalam kelimpahan kesenangan serta kenikmatan yang sudah ada bahkan 'hanya dari tubuhnya saja'. Nikmatnya menghirup udara, mengerakkan tubuhnya, memandang alam, mendengar suara alunan merdu, menegukkan air, memakan yang disediakan alam, tidur nyenyak, buang air, basuhan air dan menjalani hidup yang disediakan apa adanya. Bahagianya berkomunikasi, menyapa, saling membantu, bekerjasama, saling memberi manfaat. Tanpa perlu kemewahan, maka kesederhanaan niscaya menjadi hal yang cukup. Hidupnya lebih efektif, efisien, bisa lebih berbagi bagi sesama sehingga lebih bermakna.

Tuhan telah memberikan keteladanan dari sejak saat kelahiran Nya serta keseluruhan hidup Nya di dunia. Totalitas pengorbanan, kerendahan hati dan kebersahajaan yang seharusnya membuat umat mempunyai kesadaran untuk rela bahkan semangat untuk melakukan apa yang sudah diteladankan Nya.

Judul artikel ini ditautkan dengan penutup, yaitu keteladanan Nya seperti menampar orang-orang dengan perilaku yang bertolak belakang, gaya hidup berlebihan, termasuk yang tanpa sadar (telah) melakukannya

Klik Susunan Lengkap Materi Natal (rbebe.id). Kiranya bermanfaat. Terus semangat.

(Artikel ini kerjasama RBeBe dengan Tim Agama Kristen)

Kritik dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih