Kurikulum Merdeka, Akankah Memerdekakan?

Tim RBeBe - 07 July 2023


Klik Kurikulum Merdeka @Wikipedia yang merupakan episode 15 dari Merdeka Belajar-bersamaan diluncurkan Platform Merdeka Mengajar yang dimulai bulan Februari 2022, (klik) Dijelaskan Oleh Menteri Nadiem (KEMENDIKBUD RI)

Klik Merdeka Mengajar, Merdeka Administrasi Yang Bertanggung Jawab | Anindito Aditomo (Catatan Guru Muda)

Merdeka Belajar: Mendorong siswa untuk memiliki kemandirian dalam proses pembelajaran, dengan memungkinkan mereka untuk memilih jalur dan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan mereka. Siswa diberi kebebasan untuk mengakses beragam sumber belajar, termasuk daring (online), luring (offline), dan kombinasi keduanya.

Merdeka Pendidik: Memberikan kebebasan kepada pendidik untuk mengembangkan metode pengajaran yang inovatif, menggunakan teknologi, serta memperoleh pengembangan profesional yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Merdeka Administrasi: Mengeliminasi birokrasi yang berlebihan dan memfasilitasi perubahan administratif guna mempermudah implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di tingkat sekolah.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Betapa kerennya penjelasan diatas yang memahami keberbedaan dan potensi tiap individu dan mengarahkan untuk hasil terbaiknya sesuai cara masing-masing yang bertanggungjawab.

Merdeka Belajar sejatinya membebaskan dari sesuatu yang menghambat, tidak produktif, tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Lebih luas lagi, membebaskan dari ketertinggalan, dari kebodohan, dari kemiskinan dari ketidak-Pancasila-an.

Untuk melakukan konsep Merdeka Belajar, yang utama tentu memerlukan kompetensi Kepala Sekolah dan tenaga pendidik yang mumpuni agar dapat melahirkan siswa yang berkualitas. BIla Kepala Sekolah dan tenaga pengajar belum siap maka konsep Merdeka Belajar bisa menjadi bumerang.

Merdeka Belajar perlu didukung oleh seluruh pihak yang terkait dengan lingkungan hidup siswa, bukan hanya di sekolah, namun di rumah serta tempat lainnya. Bila salah satu komponen tidak mendukung, maka berpotensi kontraproduktif bahkan bisa berujung kegagalan dan menghasilkan siswa yang berkualitas buruk 

Potensi Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka/Kurmer yang merupakan salah satu episode dari Merdeka Belajar yang dipersiapkan dengan baik dan dilaksanakan oleh sekolah didukung pola asuh orangtua dan lingkungan pergaulan siswa yang selaras, berpotensi memberikan hasil yang baik sekali yaitu Profil Pelajar Pancasila, manusia pembelajar sepanjang hayat dan mendongkrak kualitas pelajar Indonesia yang saat ini masih sangat terpuruk

Apa Yang Bisa Dilakukan Oleh Sekolah?

  • Pimpinan/kepala sekolah dan pengajar/guru, kompak bekerjasama mempersiapkan diri untuk mengadopsi Kurikulum Merdeka. Kurmer sesuai situasi dan kondisi yang ada.

  • Menerapkan administrasi dan sistem sekolah yang mendukung pelaksanaan.

  • Mengkomunikasikan dan memberi pemahaman kepada siswa dan orangtua.

  • Mulai melaksanakan Kurmer yang menyesuaikan situasi dan kondisi sekolah, tenaga pengajar dan siswa.

  • Melakukan kontol dan evaluasi serta terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tujuan perkembangan siswa.

  • Terus meningkatkan kapasitas diri sebagai pemimpin/kepala sekolah, tenaga pendidik/guru dan tenaga administratif yang berkualitas.

  • Menjaga kekompakan dan komunikasi yang baik.

  • Terus berusaha mewujudkan (klik) kebahagiaan dalam proses belajar mengajar.

Apapun itu, tetap pegang tujuan utama yaitu menghasilkan siswa pembelajar sepanjang hayat yang berprofil Pancasila  dan kompetensi yang relevan dengan kehidupan dan masa depannya. 

Pertanyaannya, Apakah Kurikulum Merdeka Akan Memerdekakan? Merdeka Seperti Apa? Waktu Akan Menjawab. Terus Berdoa, Berusaha, Berefleksi, Berevaluasi.

Klik Susunan Materi Kurikulum Merdeka di RBeBe.  Kiranya bermanfaat. Tetap semangat

(Tim RBeBe)

Kritik saran mohon disampaikan kepada kami, terimakasih.