Cuplikan 2 Buku "Berilah Kami Makanan Pada Hari Ini Secukupnya"
Tim RBeBe - 16 October 2025
Bayangkan suatu desa yang masyarakatnya hidup dalam kecemasan sehari-hari. Pemimpinnya seorang pria bernama Pak Umat, tiba-tiba menerima undangan langka: menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden—bukan presiden biasa, melainkan figur yang sangat kaya, berkuasa, bijak, dan mengasihi rakyatnya. Sosok yang bisa dengan mudah mengubah nasib masyarakat desa itu.
Gugup dan bingung, Pak Umat menulis surat yang polos. Ia meminta petunjuk apa yang seharusnya dikatakan saat nanti bertemu Presiden. Dikirimkannya surat itu ke istana Presiden.
Beberapa hari kemudian, balasan tiba. Hanya selembar kertas—pendek, tenang, tanpa hiasan—berisi susunan kalimat yang tampak sederhana namun terasa aneh bagi pikiran manusia yang terbiasa meminta banyak hal.
Salah satu kalimat itu berbunyi:
“Berilah kami makanan pada hari ini secukupnya.”
Pak Umat terkejut, terdiam. Kalimat itu tidak masuk dalam logika permintaan rakyat yang biasanya diajarkan untuk memanfaatkan momentum ketika bertemu penguasa. Kenapa bukan meminta kemajuan desa? Kenapa bukan meminta kesejahteraan, atau solusi untuk berbagai masalah?
Mengapa hanya makanan… hari ini… dan secukupnya?
bukankah jika Presiden itu sangat kaya dan sangat baik mengapa justru disarankan untuk meminta yang paling sederhana, paling rendah, paling dekat dengan perut dalam hari per hari? Apa arti dari kalimat yang tidak biasa itu?
Begitulah kisah kebingungan pak Umat awalnya. Pada akhirnya pak Umat berdiskusi hangat dengan Presiden dan semua berjalan sangat baik.

Klik Cuplikan 1: Sampul Suram Buku Berilah Kami Makanan Pada Hari Ini Secukupnya.
Kalimat “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” berasal dari suatu doa kuno, yang diajarkan oleh seorang tokoh yang dalam sejarah dikenal sebagai pembawa harapan, seorang revolusioner moral yang menentang sistem ketidakadilan. Namanya dikenang dalam tradisi keagamaan, namun dalam buku ini kita tidak akan membahasnya sebagai doktrin agama—melainkan sebagai suara hati manusia.
|
Ini adalah cuplikan buku "Berilah Kami Makanan Pada Hari Ini Secukupnya". Informasi: Klik Logo WA |
Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.
(Tim RBeBe)
Kritik saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.
Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.
