Buat Yang Takut Mati, Jangan Baca Ini

Tim RBeBe - 01 October 2022

Dua video dari Titiek Puspa (Deddy Corbuzier) dan Feby Febiola (Deddy Corbuzier) ini bisa ditonton lebih dulu sebelum membaca artikel berikut lebih lanjut.

Berikut adalah hal-hal yang perlu disadari:

  • Rasa cemas, takut, khawatir berpangkal dari pikiran.

  • Setiap saat manusia mempunyai keinginan dan tujuan, serta berusaha mewujudkannya. Semua berpangkal dari pikiran.

  • Ujung dari mengejar keinginan dan tujuan adalah mencapai rasa senang, puas, nikmat, bangga, bahagia. Semua berpangkal dari pikiran.

  • Keinginan dan tujuan tidak selalu tercapai, dan bisa menimbulkan rasa kecewa, marah, sedih sampai frustasi atau bahkan depresi.

  • Yang mengontrol semua anggota tubuh adalah otak, tempat pikiran, emosi dan rasa berada.

Naluri Bertahan Hidup = Takut Mati?

Tidak serta merta demikian. Bertahan hidup adalah naluri manusia yang bisa terbebas dari ketakutan. Saat orang menyeberang jalan, tentu manusia menghindar agar tidak tertabrak. Namun ada yang melakukannya dengan ketakutan, tapi ada juga yang melakukannya dengan santai dan harapan sampai ke seberang jalan, tanpa memikirkan akan tertabrakl

Naluri Bertahan Hidup Dikalahkan Oleh Nafsu

Saat diketahui bahwa merokok, minum-minuman keras, makan berlemak, atau manis secara berlebihan bisa menyebabkan kematian, namun banyak yang tetap melakukannya. Bahkan-misalnya-, saat seseorang divonis penyakit jantung atau paru-paru yang parah, namun ia tetap merokok. Agar nafsu, tujuan, keinginan akan kenikmatan, kesenangan atau kepuasan terpenuhi seseorang rela mati.

Berdamai Dengan Pikiran

Untuk yang tidak percaya Tuhan namun takut mati maka ia perlu mencari alasan atau sikap kuat agar kematian tidak menjadi ketakutan. Bayangkan kisah fiksi berikut:

Saat kapal terombang-ambing ombak besar karena badai, Tono bertanya pada Rusdi yang tampak tetap tenang

Kau tidak percaya Tuhan tapi kok bisa tenang
Ya emang kenapa, kalau mati ya mati aja ha ha. Lah kau beragama kenapa pucat pasi begitu?
Aku taku kalau sampai mati dosaku banyak sekali
Ha ha aneh juga kau, kalah sama atheis

Bila anda percaya Tuhan,  apakah anda  (Pikirkan jawabannya dengan cermat, jujur apa adanya). Kalau "Ya Percaya", mari kita buktikan:

  • Benar-benar percaya keberadaan Tuhan?

  • Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang?

  • Tuhan Menciptakan Manusia dan Mencintai Manusia?

  • Tuhan Maha Benar dan Perancang Kebaikan?

  • Semua Yang Terjadi Atas Kuasanya?

  • Kematian dan Kehidupan Adalah Rancangan dan Kuasa Tuhan?

Kalau semua jawaban pertanyaan diatas adalah "Ya" bahkan "Yakin", maka seseorang yang percaya Tuhan akan mudah untuk menghilangkan atau setidaknya menurunkan tingkat kecemasan atau ketakutan akan kematian.  

Kalau ada jawaban yang "Tidak" atau "Ragu-ragu", maka mungkin anda tidak benar-benar percaya keberadaan Tuhan, atau konsep "Tuhan" berbeda dalam pikiran anda. Berbagai kemungkinan:

  • Anda sebetulnya Atheis, tidak percaya Tuhan

  • Anda tidak benar-benar memahami dan menghayatinya iman anda, sehingga lemah, tipis dan mudah tergoyang 

  • Konsep Tuhan dalam kepercayaan anda berbeda (contohnya: Tuhan tidak benar-benar berkuasa, Tuhan bisa menghukum dengan sadis atau lainnya)

  • Hidup anda benar-benar kelam dan jahat sehingga ketakutan menjadi besar.

Menjadi tenang, damai dan hati terasa ringan dengan:

  • Sugestikan* berbagai narasi penguatan, motivasi dan inspirasi: seperti saya berharga, saya berharga dan terus demikian. sepanjang dan selama mungkin (bisa kalimat "saya baik-baik saja" atau "semua terkendali" atau "saya kuat dan sehat" atau "hidupku dipenuhi cinta dan rahmat" atau lainnya. Pilih atau buatlah kalimat yang sesuai dan pas bagimu). Sugesti ini bisa dengan mendengarkan/menonton berbagai ceramah, kotbah, lagu, film yang positif dan menyembuhkan.

          * Bahkan sugesti hal yang tidak logis, tetap akan menjadi seolah-olah logis bila dilakukan secara terus-menerus.

  • Mulai lakukan hal-hal yang baik sepanjang hidup. Jujur, menolong, rendah hati dan perilaku baik lainnya. Bila percaya Tuhan, lakukan ibadah dengan tulus dan bermakna

  • Bila percaya Tuhan, lakukan ibadah lebih giat, perdalam ilmu spiritualitasmu, kenali Tuhan lebih dalam lagi, rasakan keberadaan Nya, cinta Nya.

  • Berkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang positif, seperti bergabung dalam organisasi keagamaan atau kemanusiaan yang benar dan baik, akan memberikan perasaan baik.

  • Berdamai dengan pengalaman traumatis masa lalu, bila perlu minta bantuan ahli

  • Menerima kenyataan hidup Hidup di saat ini (mindfulness)
    tidak terus-menerus memikirkan masa depan yang belum terjadi atautrauma masa lalu

  • Berdamai dengan ketidakterkendalian, bahwa seseorang tidak bisa mengontrol segalanya, contohnya ia tidak memilih kapan lahir dan kapan mati

Artikel ini bisa menimbulkan konflik dalam pikiran dan hati seseorang, namun harapannya ia akan menemukan cahaya kebaikan dan kebenaran. Artikel ini adalah bagian dari (klik) Susunan Materi Kematian @rbebe.id. Kiranya bermanfaat. Terus semangat.  Merdeka Maju Berdaya.

(Tim RBeBe)

Kritik saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.