Spiritualitas Pemilu: Kandidat, Pemilih & Petugas | PEMILU Bahagia | BFA

Tim RBeBe - 21 January 2024

Klik Spiritualitas atau Kerohanian @Wikipedia yang merupakan proses reformasi untuk memulihkan bentuk asli manusia sebagai perwujudan rupa Tuhan. Bila dikaitkan dengan proses pemilu, berarti dalam prosesnya, menggunakan niat, pola pikir, cara-cara dan tujuan yang ber Tuhan. Bagi yang percaya, proses yang ber Tuhan akan menghindari kehancuran, baik pribadi, kelompok (keluarga) ataupun bangsa. Berikut diantaranya:

KANDIDAT

  • Berpolitik adalah panggilan hati, bukan dorongan manusia atau nafsu dan ego diri. Seseorang perlu bertanya "Apakah ini jalan dan peranku yang diarahkan oleh Sang Maha Perancang sehingga aku mampu melaksanakannya dengan baik dan benar".

  • Menjadi pemimpin bukan ego diri: nafsu berkuasa, jabatan dikagumi, keinginan akan uang, menghalalkan segala cara agar tujuan tercapai, melainkan panggilan untuk melayani masyarakat, membangun kebaikan dan kesejahteraan.

  • Tujuan dan niat baik seharusnya diikuti dengan proses yang baik, jujur, positif, bijak dan mulia.

PENYELENGGARA/PETUGAS

  • Sadar bahwa tugas adalah kepercayaan dari negara, masyarakat dan Tuhan Sang Maha Tahu dan Maha Kuasa, yang telah memberi jalan dan mengizinkan itu terjadi.

  • Sadar bahwa hal buruk (walaupun kecil atau sepele) yang dilakukan, akan berdampak pada diri, keluarga dan masyakarat luas.

  • Sadar bahwa semua yang dilakukan akan dan harus dipertanganggungjawabkan.

Klik Video Spiritualitas Pemilu: Kandidat, Pemilih & Petugas | Pemilu Bahagia 

PEMILIH

  • Ikut memilih dengan berbagai motivasi: 1. Menjalankan peran sebagai warga dalam masyarakat & negara, 2. berpartisipasi memilih yang terbaik/lebih baik (walaupun bila semua kandidat dinilai buruk), 3. Menghindari yang buruk/terburuk yang berkuasa (atau motivasi positif lainnya).

  • Memilih dengan cerdas dan bijak. Berusaha mencari tahu sebelum memilih. Memilih bukan memaksakan idealisme pribadi/kelompok agar terwujud, atau mengambil keuntungan dan seolah meniadakan iman (Tuhan), melainkan menjalankan peran pribadi untuk memilih dan berpartisipasi secara baik bagi masyarakat dan negara. 

  • Meingkhlaskan hasilnya (yang terpilih) pada otoritas Tuhan yang mempunyai rancangan baik dan mulia (walaupun seumpama yang terpilih tampak buruk atau diikuti proses yang dianggap buruk. Sadar bahwa orang buruk bisa berubah baik dan yang baik bisa berubah buruk. Perubahan itu bisa berlangsung cepat. Namun semua atas izin Tuhan Yang Maha Tahu & Kuasa).

  • Waspada akan hasutan dan bujukan, karena manusia itu penuh kekurangan dan kecenderungan berbohong, manipulasi dan perbuatan buruk lainnya. Tetap menjaga kewarasan dan kebaikan menuju kebenaran.

  • Tidak men"Tuhan"kan manusia, manusia tidak dapat dipercaya sepenuhnya. Ikuti dan dukung yang baik dan tolak yang buruk.

PEMILU BAHAGIA

  • Pemilu Bahagia mendasari proses Pemilu sebagai tanggungjawab pribadi, untuk menjalankan peran diri, bersikap dan berperilaku sebagai manusia yang menuju pada cahaya, ketenangan dan kedamaian yang sejati. 

  • Pemilu Bahagia percaya siapapun yang terpilih, itu adalah ketetapan Tuhan dalam rancangan baik Nya.

  • Setiap manusia perlu menegaskan kembali apakah ia ber Tuhan atau Tidak. Bila ber Tuhan maka ia harus berintegritas, berusaha menjalani setiap saat di kehidupan dengan kepercayaan dan keimanannya. Memilih ber Tuhan tapi tidak melaksanakan keimanannya adalah munafik dan (ter) buruk.

  • Semua yang dilakukan tiap manusia akan dipertanggungjawabkan dan berpengaruh pada perjalanan (khususnya) dirinya sendiri, di dunia maupun (bagi yang percaya) kelak di akhirat. Pilihannya menuju kegelapan atau cahaya.

Klik Susunan Materi Pemilu 2024 (rbebe.id). Kiranya bermanfaat. Terus semangat.

(Tim RBeBe)

Kritik dan saran mohon sampaikan kepada kami.

Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.