Sejarah Robot Humanoid
Tim RBeBe - 10 August 2024
Robot humanoid adalah robot yang bentuknya menyerupai tubuh manusia. Desain tersebut mungkin untuk tujuan fungsional, seperti berinteraksi dengan alat dan lingkungan manusia, untuk tujuan eksperimental, seperti studi tentang penggerak bipedal, atau untuk tujuan lain. Secara umum, robot humanoid memiliki batang tubuh, kepala, dua lengan, dan dua kaki, meskipun beberapa robot humanoid mungkin hanya meniru sebagian tubuh saja.
1961 |
Robot non-humanoid pertama yang dioperasikan secara digital dan diprogram, yaitu Unimate, diinstal pada lini perakitan General Motors untuk mengangkat potongan panas logam dari mesin die casting dan menumpuknya. Robot ini diciptakan oleh George Devol dan dibangun oleh Unimation, perusahaan pembuat robot yang pertama. |
1973 |
Di Universitas Waseda, di Tokyo, Wabot-1 dibangun. Robot ini mampu berkomunikasi dengan orang dalam bahasa Jepang dan mengukur jarak dan arah dari objek menggunakan reseptor eksternal, telinga dan mata artifisial, dan juga mulut artifisial.[13] |
1984 |
Di Universitas Waseda, Wabot-2 diciptakan, sebuah robot humanoid pemusik yang mampu berkomunikasi dengan orang, membaca skor musik normal dengan matanya dan memainkan nada pada organ elektronik.[13] |
1995 |
Hadaly dikembangkan di Universitas Waseda untuk mempelajari komunikasi manusia-robot dan memiliki tiga subsistem: subsistem kepala-mata, sistem kendali suara untuk mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Jepang, dan subsistem kendali gerakan untuk menggunakan lengan untuk menunjukkan arah kampus. |
1997 |
Hadaly-2, dikembangkan di Universitas Waseda, sebuah robot humanoid yang melakukan komunikasi interaktif dengan manusia. Dia berkomunikasi tidak hanya secara informasional, tetapi juga secara fisik. |
2008 |
Nexi, robot terampil dan sosial yang pertama, membuat debut publik pertamanya sebagai salah satu "Penemuan Utama Tahun Ini" dari majalah TIME.[27] Robot ini dibangun melalui kolaborasi antara MIT Media Lab Personal Robots Group,[28] Xitome Design [29] UMass Amherst dan Meka robotics.[30][31] |
2016 |
Dikembangkan oleh tim di Universitas Stanford, dipimpin oleh profesor ilmu komputer Oussama Khatib, OceanOne menyelesaikan misi pertamanya, menyelam mencari harta karun di kapal karam di lepas pantai Prancis, pada kedalaman 100 meter. Robot tersebut dikendalikan dari jarak jauh, memiliki sensor haptik di tangannya, dan kemampuan kecerdasan buatan. |
2022 |
Pada tanggal 1 Oktober 2022 Tesla meluncurkan versi 1 dari robot humanoid mereka yang bernama Optimus. |
2024 |
Pada bulan Juni 2024, peneliti Stanford mengumumkan prototipe robot yang dapat meniru gerakan manusia untuk mempelajari cara melakukan tindakan seperti bermain tenis meja dan piano. Robot ini bernama HumanPlus. |
