Kenapa "Berilah Kami Pada Hari Ini Makanan Kami Yang Secukupnya"? Refleksi Bapa Kami

Tim RBeBe - 07 August 2023

Toni bersama teman-temannya bersusah payah mendaki gunung. Saat senja dan kemah sudah didirikan, mereka memasak mie instan. Perut lapar dan udara dingin membuat mereka tak sabar menunggu mie cukup lunak untuk dicampur bumbu lalu disantap bersama nasi sisa tadi pagi. Walau sehari-hari Toni terbiasa makan dengan lauk lengkap yang nikmat, saat itu ia dan teman-temannya merasa sangat senang menyantap hidangan ala kadarnya tersebut. 

Dimanapun manusia berada, untuk bertahan hidup, hampir semuanya relatif dimudahkan, bernafas tinggal hirup, tidur dan buang air (kalau kepepet) bisa dimana saja dan seterusnya. Namun makanan (juga minuman yang bersih dan aman) perlu diusahakan, tidak serta merta mudah diperoleh. Saat seseorang bisa makan, maka selayaknya ia bersyukur, karena kelaparan adalah sesuatu yang menyakitkan, menyedihkan dan mengenaskan (walau kenyataannya, masih banyak orang kelaparan di dunia ini).

Berilah Kami

Dalam (klik) Doa Bapa Kami @rbebe.id, yang diajarkan Yesus, terdapat narasi yang tidak biasa, yaitu "Berilah Kami Pada Hari Ini Makanan Kami Yang Secukupnya" (Matius 6:11 TB dan Lukas 11:3 TB@bible.com). Kalimat yang merupakan bagian dari doa tersebut, bisa direspon dengan "kenapa hanya makanan, hari ini dan secukupnya?" karena kebutuhan dan keinginan manusia tidak sebatas makanan saja. 

Namun bila dipahami lebih dalam, narasi tersebut bermakna kuat dan mendalam, selaras dengan perkataan dan teladan Yesus secara keseluruhan. Manusia yang percaya keberadaan Tuhan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa tentu sadar bahwa: 

  • Seluruh kehidupan bergantung pada Nya termasuk untuk hal yang mendasar yaitu makanan. 

  • Manusia hidup bersama, perlu saling menolong

"Berilah kami" mengingatkan hal itu. Kebersamaan yang mengandalkan Tuhan, berpusat pada Nya, untuk tetap hidup dan bersama-sama.

Pada Hari Ini Makanan Kami Yang Secukupnya

Dalam Matius 19:16–26, Markus 10:17–27 dan Lukas 18:18–27, terkisah pemuda kaya yang baik namun sulit meninggalkan hartanya, sehingga Yesus mengatakan betapa sukar orang kaya/beruang untuk masuk kedalam kerajaan surga. Kalimat "pada hari ini makanan kami yang secukupnya" menunjukkan konsistensi Yesus

di kalimat "Berilah Pada Hari Ini Makanan Kami Secukupnya" terdapat lima kata pemaknaan yaitu "berilah", "hari ini"(dua suku kata), "makanan", "kami" dan "secukupnya" dimana bisa dimaknai:

  • Pada hal yang mendasar-yaitu makanan pun, manusia bergantung pada kemurahan Tuhan

  • Walaupun manusia "hanya bisa makan", cukuplah itu untuk hidup penuh syukur dan bahagia*

  • Membebaskan pada nafsu kemewahan, kekayaan, kesombongan

  • Selaras dengan Matius 6 ayat 34: Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

  • Solidaritas, kebersamaan. Bila ada makanan berlebih, bagikan kepada saudara yang membutuhkan, masih banyak orang kelaparan

  • Hidup tidak berlebihan dan cukupkan dengan yang ada sehingga tidak perlu ada kekhawatiran

  • Merendahkan hati dalam kesederhanaan dan kebersahajaan.

Itulah nafas, kemenangan, jalan, gaya hidup dan pola pikir Kristiani. 

Tantangan iman: Dalam doa, dengan yakin, tegas dan ikhlas saya akan mengatakan "Berilah Pada Hari Ini Makanan Kami Secukupnya".

*Bukan berarti Tuhan hanya memberi makanan saja dalam hidup, namun manusia bisa membangun pola pikir dan pola hati terkait kebutuhan fisik bahwa hanya dengan makan (dan minum) saja, itu cukup untuk bisa bersyukur dan bahagia (sekali lagi, dengan membangun pola pikir dan pola hati).

"Meminta" itu bukanlah hal yang pasif, iman perlu diikuti dengan perbuatan, meminta perlu diikuti dengan usaha (kecuali hal yang memang sudah diberikan, itupun perlu diikuti sikap yang sesuai), namun usaha itu perlu diikhlaskan hasilnya, karena kepercayaan pada Bapa Yang Maha Pengasih.

Kenapa pemaknaan diatas begitu pentingnya? Karena kecenderungan manusia:

  • Serakah dan rakus

  • Tidak pernah cukup dan puas

  • Suka kesenangan, kenikmatan, kemewahan

  • Sombong, egoistis, idealistis, narsistik

  • Sering khawatir akan banyak hal

  • Sering disibukkan dengan hal yang sia-sia/tidak membangun

  • Jarang/tidak bersyukur

  • Melihat pada yang besar, kemilau, tinggi dan mengabaikan yang kecil, sederhana dan mendasar.

Kalimat Sabda Pendukung

Tuti begitu percaya pada Nina, karena sahabatnya itu telah mengenalnya luar dalam. Saat Ia mengunjungi kota Milan tempat kerja Nina yang baru, ia percaya sepenuhnya atas arahan Nina yang akan memberikan yang terbaik baginya selama di kota tersebut. Bila Tuti ada permintaan atau usulan, ia tetap menyampaikan ke Nina namun percaya sepenuhnya pada arahan dan keputusan NIna.

Saat seseorang percaya kepada Bapa dan bahkan dengan lantang, yakin dan ikhlas berseru "Jadilah kehendak Mu di bumi seperti di surga", maka permintaan apapun setelahnya seharusnya tetap merujuk pada pondasi keyakinan awal tersebut. Bahkan kita percaya pada kehendak Tuhan, bahkan tanpa memintapun, Bapa Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa dan Maha Kasih sudah merencanakan dan menyediakan yang terbaik.

Maka kalimat "Jadilah kehendak Mu di bumi seperti di surga" yang berada di awal doa bisa menjadi pondasi dalam pola pikir manusia untuk menyerahkan segalanya pada kehendak Bapa Yang Maha Pengasih. "Keinginan" hanyalah semata-mata mengarahkan langkah kaki, apakah itu terkabul atau tidak, kehendak Bapa lah yang terbaik.

Dalam kemanusiaannya, sebelum penyaliban yang mengerikan Yesus berdoa: Ya Bapa jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu daripadaku tetapi jangan seperti yang kukehendaki melainkan seperti yang Kau kehendaki (Matius 26:39).

Tulisan permenungan ini dibuat dengan kesadaran bahwa kita orang berdosa, namun orang beriman selayaknya menyelaraskan antara iman dan perbuatan. Merasa diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan namun sikap perilaku di dunia tidak selaras, adalah menggelikan dan menyedihkan. Semoga umat semakin bertumbuh, berbahagia, hidup penuh kebaikan serta makna positif, menjadi (bergabung dalam/menyatu pada) terang dan (turut) menerangi. 

Kiranya bermanfaat. Terus semangat.

(Tim RBeBe Edukasi Agama Kristiani)

Kritik saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.