Penemu dan Sejarah Eco-Enzyme

Tim RBeBe - 23 September 2026

Klik Video: PENEMU ECO ENZYM (TANTANGAN hidup 4.0)

Dr. Rosukon Poompanvong secara luas dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan eco-enzyme, yang pada masa awal juga disebut garbage enzyme atau enzim sampah. Ia dikaitkan dengan pendirian Asosiasi Pertanian Organik Thailand dan penelitian pemanfaatan limbah organik untuk pertanian. 

Menurut berbagai sumber pengenalan eco-enzyme, Rosukon mulai mengembangkan penelitiannya sejak sekitar tahun 1980-an. Gagasan dasarnya adalah memanfaatkan bahan organik yang biasanya dibuang agar dapat digunakan untuk mendukung pertanian dan menghasilkan bahan pembersih organik. Pemikiran tersebut dapat dipahami melalui masalah yang ingin diatasi:

  1. Sisa buah dan sayuran rumah tangga menjadi sampah.

  2. Sampah organik yang tercampur dengan sampah lain lebih sulit dikelola.

  3. Petani membutuhkan bahan yang dapat membantu pengelolaan tanah dan tanaman.

  4. Masyarakat membutuhkan alternatif pemanfaatan bahan organik yang tersedia.

Penyebarluasan Teknik dan Edukasi Eco-Enzyme

Dr. Joean Oon, yang dikaitkan dengan bidang naturopati di Penang, Malaysia, dikenal karena membantu menyebarkan teknik eco-enzyme ke masyarakat dan berbagai negara. Sumber-sumber pengenalan eco-enzyme menyebut ia mempelajari teknik tersebut dari Rosukon dan kemudian mengajarkannya secara luas.

Sejarah eco-enzyme dapat dipahami sebagai perkembangan dari praktik fermentasi bahan organik menjadi gerakan pemanfaatan sampah rumah tangga.

  1. Sekitar 1980-an — Pengembangan di Thailand

    Rosukon dikaitkan dengan penelitian pemanfaatan limbah organik yang difermentasi untuk pertanian dan keperluan organik lainnya.

  2. Perkembangan selanjutnya — Penyebaran ke Malaysia dan negara lain

    Dr. Joean Oon disebut membantu memperkenalkan teknik ini secara lebih luas melalui edukasi masyarakat. 

  3. Sekitar 2019–2021 — Meningkatnya pengenalan di Indonesia
    Sejumlah sumber Indonesia menyebut eco-enzyme mulai berkembang luas melalui komunitas, kampus, dan program edukasi. Modul dan kegiatan Eco-Enzyme Nusantara menjadi salah satu saluran penyebarannya.

  4. Perkembangan terkini — Penelitian dan aplikasiPeneliti mulai menguji karakteristik kimia, aktivitas antimikroba, pengolahan air limbah, dan penggunaan eco-enzyme dalam berbagai aplikasi. Hasilnya bergantung pada bahan baku, formulasi, dan kondisi fermentasi. 

Tokoh

Dikenal Sebagai

Dr. Rosukon Poompanvong

Pengembangan metode eco-enzyme dan pemanfaatan fermentasi bahan organik.

Dr. Joean Oon

Penyebarluasan teknik dan edukasi pemanfaatan eco-enzyme.

Apakah eco-enzyme ditemukan pada tahun 2003?

Ada sumber yang menghubungkan Rosukon dengan penghargaan FAO pada tahun 2003, dan ada pula yang menyebut tahun tersebut sebagai tahun penemuan. Namun, tahun 2003 tidak seharusnya langsung dianggap sebagai tahun penemuan eco-enzyme. Sumber lain menempatkan penelitian Rosukon sejak tahun 1980-an, sehingga kedua informasi tersebut tidak sama.

Informasi tentang penghargaan tahun 2003 sebaiknya diverifikasi melalui arsip resmi FAO atau dokumentasi langsung sebelum digunakan sebagai fakta utama dalam materi sejarah.