Universalisme Islam | M. Rizal Aris
Tim RBeBe - 01 June 2023
Universalisme Islam adalah Islam sebagai agama yang terbuka dan mampu bekerjasama dengan agama dan keyakinan orang lain secara universal. Universalisme Islam juga berarti menghadirkan ajaran Islam yang inklusif dan toleran.
Penjelasan ini mirip dengan istilah Islam substantif, inti ajaran Islam dari bukunya Hadrat Mirza Ghulam Ahmad maupun dari buku Islamku, Islam Anda dan Islam Kita buah karya Abdurahman Wahid.
Menurut Gusdur sapaan akrab Abdurahman Wahid, Universalisme Islam adalah agama Islam yang menampilkan kepedulian sangat besar kepada unsur-unsur utama dari kemanusiaan. Dalam quote nya Gusdur pernah mengeluarkan statemen yang populer yakni : "yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan. Kata Politik dalam kalimat quote tersebut termasuk politik keagamaan.
Sementara bagi cak Nur atau Nurcholish Madjid dalam memaknai universalisme Islam lebih detail lagi yakni dari semenjak kemunculannya, Islam secara eksplisit menerima kemajemukan manusia, bangsa, budaya dan agama. Sebagai mana Islam hadir pertama kali di negeri Madinah.
Cak Nur kembali menegaskan universalisme Islam adalah gerakan yang mengutamakan unsur kemanusiaan, memuliakan setiap orang apapun "bentuknya" karena itu semua adalah ciptaan Tuhan. Memuliakan mahluk ciptaan Nya sama juga dengan menghormati Allah sebagai Kholiq, pun demikian sebaliknya.
Kembali ke Islam di Madinah sebagai prototipe ideal Islam awal yang menjadi dasar argumentasi kajian ini, yakni Islam sebagai agama yang bercirikan Egaliter, terbuka dan mengakui keberadaan agama dan keyakinan orang lain khususnya Yahudi dan Kristen.
Keterangan ini sungguh berkesesuaian dengan Al-Qur'an surat Al-Baqarah 2:62 " siapapun yang beriman kepada Tuhan yang esa, mengakui atau beriman dengan hari akhir serta melakukan amal kebajikan maka ia akan diselamatkan oleh Tuhan". Beriman disini penegasan dari meyakini keberadaan Tuhan apapun agama formal nya, maka akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah Swt.
Sebenarnya penulis memahaminya lebih ringkas lagi dari 3 keimanan tersebut menjadi hanya dua yaitu barang siapa percaya kepada Tuhan dan hari akhir maka akan mendapatkan balasan nikmat dari Tuhan Allah Subhanahu Wata'ala. Dengan percaya akan adanya hari akhir seseorang secara langsung akan berbuat kebaikan bagi sesama mahluk Tuhan. Karena keberadaan hari akhir (akhirat) dimaknai oleh sebagian besar manusia adalah hari pembalasan atas amal perbuatan.
Konklusi dari kajian ini adalah jika seseorang beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia adalah seorang muslim, tidak peduli keyakinan atau agama apa yang ia anut.
Inilah makna utama dari universalisme Islam, agama yang bersikap ramah, toleran dan merangkul semua manusia secara universal. |
Wallahu a'lam
(Penulis) M. Rizal Aris adalah
|



