Tulisan ini adalah suatu katarsis, ungkapan cinta, gagasan, sekaligus mengasah nalar kritis, logis dan relevan.
Di tanggal 29 Januari 2026 (klik) Anak SD Bunuh Diri lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Tamparan bagi Negara (kompas.id) dan yang lebih memprihatinkan, Philipus Jio, Kepala Desa Batajawa, mengatakan bahwa anak tersebut tiap pulang sekolah lapar (video KOMPASTV menit ke 1) dan ternyata anak tersebut Harus Bayar Uang Sekolah Rp1,2 Juta / tahun (cnnindonesia) dimana ada tunggakan pelunasan.
Tak berapa lama sesudah kasus diatas, ada juga seorang mahasiswi terpaksa (klik) mencuri karena tidak punya uang untuk makan (IG lensa_polri).

Kasus-kasus diatas perlu perhatian negara, dimana juga membutuhkan ketersediaan anggaran. Program Makan Siang Gratis/MBG yang menyedot anggaran begitu besar karena ditujukan untuk semua siswa (sementara Indonesia mempunyai hutang yang besar, kesulitan fiskal, berbagai permasalahan seperti pengangguran sampai adanya berbagai kebutuhan yang rutin maupun situasional seperti bencana), menimbulkan pertanyaan, apakah konsep MBG saat ini terdapat faktor:
Fakta: Sekolah swasta berbayar mahal sudah menerima MBG berbulan-bulan, sementara anak dari keluarga miskin yang bersekolah, belum mendapat perhatian, dapat diduga ada masalah serius, bukan sekadar teknis. |
ASPIRASI
Anggaran MBG 335 triliun adalah suatu nilai yang sangat besar untuk Indonesia saat ini. MBG bisa diprioritaskan pada yang lebih membutuhkan dan sebagian dana nya bisa dialihkan pada kebutuhan lain termasuk mengembalikan pada alokasi dana pendidikan seperti peruntukan awalnya.
Niat baik dengan desain yang adil dan tepat sasaran, akan menjadi pertumbuhan yang nyata, luas dan jangka panjang.
Alternatif yang lebih berkeadilan:
-
Sekretaris Jenderal International Economic Association menilai (klik) Anggaran MBG Perlu Dibatasi 8 Triliun/tahun (kompas.com) agar lebih efisien dan tepat sasaran, diberikan kepada orang yang membutuhkan.
-
Dengan dana yang terbatas seharusnya pemerintah menaruh (klik) perhatian pada Ibu hamil dan masa awal kelahiran untuk perbaikan gizi, ujar Bill Gates (Najwa Shihab).
Ini bukan suatu kemunduran tapi pertumbuhan suatu kebijakan, suatu sikap negarawan sang pengambil keputusan. Dana bisa dialihkan ke:
-
Renovasi sekolah rusak
-
Kesejahteraan guru
-
Bebas biaya pendidikan, beasiswa
-
Sarana prasarana belajar
-
Pencegahan anak putus sekolah dan kebutuhan terkait pendidikan lainnya.
Kebijakan universal vs kebijakan berkeadilanMakan gratis untuk siswa mampu sementara anak miskin lapar dan susah bersekolah, secara etis sulit dibenarkan. Tidak semua yang “universal” itu adil.MBG dibuat universal, semua siswa dapat, masalahnya, anak orang mampu tidak kekurangan sementara anak miskin kelaparan sungguhan, butuh dukungan dana pendidikan dan biaya hidup, sementara dana negara terbatas.Keadilan tidak sama dengan pemerataan. Keadilan memberi perhatian kepada yang paling membutuhkan. |
Pemimpin besar-walaupun menjadi simbol kekuatan negara-, akan berani mengoreksi diri dan kebijakan demi rakyat. Tidak terjebak pada suatu kebijakan yang justru sangat berpotensi membuat permasalahan baru.
Mengubah, merevisi atau memodifikasi suatu keputusan bukanlah kekalahan politik. namun kedewasaan seorang pemimpin.
MBG lahir dari niat mulia Presiden Prabowo. Adik kandung Prabowo-Hashim- menekankan, implementasi program makan bergizi gratis tetap menjadi prioritas lantaran (klik) Prabowo kerap melihat kondisi fisik anak-anak Indonesia yang tergolong jauh lebih kecil karena mengidap stunting (kontan.co.id).Niat baik tidak otomatis jadi kebijakan baik, dan niat baik tanpa desain yang menyeluruh, terencana, adil dan tepat sasaran bisa berubah menjadi ketidakadilan yang dilegalkan oleh negara. |
Mari bersuara lewat petisi (klik) Prioritaskan MBG Pada Yang Lebih Butuh! SELAMATKAN Anak Indonesia.
Semoga kita semua sebagai warga negara Indonesia, terus berniat dan beraksi baik untuk generasi muda Indonesia. Tidak hanya kritisi dan berwacana tapi melakukan kerja nyata sesuai peran dan kapasitas masing-masing. Untuk kehidupan yang lebih baik.
Klik Susunan Konten Kronologi dan Kritik MBG (rbebe.id). Kiranya bermanfaat, terus semangat. Merdeka Maju Berdaya
(Tim RBeBe)
Kritik saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih.
Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.


