Puasa Katolik, RIngan?
Tim RBeBe - 28 March 2024
'Dalam 40 Hari Masa Ibadah Prapaskah, Wajib Puasa (makan kenyang sekali dalam 1 hari) dan Pantang bisa dianggap ringan, kurang tegas, kurang jelas dan berpotensi multi tafsir. Apakah boleh makan berkali-kali (asal tidak kenyang), apakah hanya makan sekali saja sampai kenyang, apakah bisa kenyang banget (yang tentu saja tidak sehat) dan seterusnya. Aturan dalam gereja Katolik ini bisa menjadi pertanyaan banyak umat.
Klik arti kata puasa @KBBI : menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja
Tobat, Pantang & Puasa Katolik
Klik video Pantang & Puasa Prapaskah Dalam Gereja Katolik
-
Umur 14 tahun keatas: PANTANG di Rabu abu dan setiap hari jumat* dalam masa Pra Paskah (berpantang dari sesuatu yang kita suka: seperti berpantang makan daging, garam, jajan, rokok, nonton TV, main games dll)
-
Umur 18 - 60 tahun: PUASA di hari Rabu Abu & Jumat agung. Puasa berarti makan kenyang hanya sekali sehari, namun umat bisa menambahkan sesuai kemampuan dan kerelaannya, seperti tidak makan-minum di sejumlah waktu dan seterusnya.
Sebagai ujud (klik) Tobat dimulai di Rabu Abu sampai sepanjang masa Pra Paskah, umat diminta berpantang dan berpuasa dengan arahan:
* Setiap hari Jumat ini bisa diteruskan sepanjang tahun (kecuali bila Jumat bersamaan dengan hari Raya seperti Natal), dimana Gereja menetapkan setiap Jumat sebagai hari tobat.
Aturan pantang dan puasa berdasarkan hukum kanonik berikut:
-
(Kanonik 1252 1251: Hari pantang dan puasa)
"Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus." -
(Kanonik 1252: Yang wajib pantang dan puasa)
Aturan pantang mengikat umat yang genap berusia 14 tahun ke atas, sedangkan puasa untuk mereka yang usia dewasa (18 tahun) sampai awal 60. Namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.
Firman Terkait Puasa
Lukas 4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
Matius 6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga
Matius 6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Yang Bisa Dipahami dan Renungkan
-
Gereja menjelaskan bahwa anjuran puasa bisa dikembangkan sesuai kerelaan dan kesanggupan masing-masing. Misalnya berpuasa dengan tidak makan kenyang sama sekali, tidak makan dan minum dalam waktu tertentu, menjalankan pantang puasa seluruh hari dalam masa Prapaakah atau bentuk lainnya, dimana tidak hanya di Rabu Abu dan Jumat Agung (masa Prapaskah) saja, bahkan sepanjang tahun (kecuali hari Minggu dan hari Raya). Sehingga bentuk puasa dengan kerelaan akan menjadi kesungguhan niat yang penting untuk benar-benar menjadi pertobatan dan perubahan positif.
-
Makan kenyang sekali sehari, kenyataannya tidak mudah juga kalau kita artikan secara bijak bahwa kenyang itu adalah 'cukup' dan tidak berlebihan, sehingga agar tidak kenyang (secara cukup) harus benar-benar dibatasi asupannya. Makan (cukup) kenyang sehari sekali jadi cukup sulit bagi orang yang biasa makan enak dan kenyang berlebih.
-
Berpuasa ditambah berpantang itu adalah kombinasi yang sangat "menantang" dalam menahan nafsu. Berpantang bisa menjadi lebih sulit (bahkan) dari puasa kalau melihat semakin banyaknya keterikatan atau ketergantungan seseorang pada sesuatu seperti gawai/gadget, media sosial, games, snack, minuman ringan, rokok, nonton tiktok, youtube, nongkrong, gosip dan seterusnya.
Bahasan diatas semoga memberi tambahan pemahaman bijak akan aturan Pantang Puasa Gereja Katolik. Walau demikian sikap kritis yang bijak terhadap gereja Katolik sendiri diperlukan untuk membangun iman dan kasih yang terpuji, militan, berdampak positif secara nyata dan bertumbuh kembang.
Klik untuk Susunan Materi (Pra) Paskah (rbebe id). Kiranya bermanfaat, terus semangat.
(Tim RBeBe Divisi Agama Katolik)
Kritik saran mohon disampaikan kepada kami. Terimakasih.
Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.


