Kemerdekaan Indonesia

Tim RBeBe - 03 August 2024

Klik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Wikipedia yang menyajikan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno dan didampingi oleh Mohammad Hatta, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, tanggal 17 Agustus 1945, pukul 11.30 waktu Nippon atau Jepang. 

Dokumentasi Proklamasi Kemerdekaan yang bisa kita saksikan hingga kini, hanyalah foto yang diambil oleh Alex dan Frans Mendur, sementara, suara seruan Proklamasi yang sering kita dengar, bukanlah suara Soekarno saat tanggal 17 Agustus 1945, melainkan suara rekaman di Radio Republik Indonesia tahun 1951 atas usulan dari Jusuf Ronodipuro.

Jepang Dikalahkan

Klik Sejarah Pendudukan Jepang di Nusantara yang disajikan oleh Wikipedia secara mendetil. 

Setelah Jepang mulai menguasai kota-kota di Nusantara, akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada Maret 1942. Jepang mulai melebarkan kekuasaannya di Indonesia selama 3 tahun lebih. Namun kekalahan Jepang terhadap Sekutu (Amerika, Britania Raya/Inggris, Uni Soviet, Tiongkok/China dan banyak negara lainnya), setelah peristiwa Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki, dimanfaatkan rakyat Indonesia untuk memproklamirkan Kemerdekaan dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Belanda Tidak Menjajah Indonesia Selama 350 tahun! 

Tidak ada data dan fakta pendukung. Konon itu adalah pernyataan Soekarno yang merespon pernyataan penguasa Hindia Belanda yang sedang menjajah Indonesia. Perkataan itu juga dimaksudkan untuk membangkitkan semangat rakyat Indonesia. 

Berikut sejarah pendudukan dan penjajahan Belanda, sebelum kemerdekaan Indonesia:

  • Bulan Juni 1596, kapal yang dibawa oleh orang-orang Belanda, dipimpin oleh Cornelis de Houtman hadir di daerah Banten, Jawa Barat, untuk mencari rempah-rempah. Kapal ini tidak mewakili negara Belanda. Mereka lalu berlayar ke Bali dan tidak lama kemudian kembali ke Belanda.

  • Bulan Mei 1598, kapal Belanda lainnya tiba di Banten dipimpin oleh Jacob van Neck, van Heemskerck. 

  • Tahun 1602 VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) mulai terbentuk, yaitu suatu perserikatan dagang untuk menyikapi konflik perdagangan dengan sesama perhimpunan dagang Belanda, Portugis bahkan Inggris. VOC berusaha memonopoli perdagangan, tidak hanya di daerah-daerah Nusantara tapi di belahan bumi yang lain. 

  • Tahun 1619, VOC menyerang dan mengalahkan Jayakarta yang namanya diganti menjadi Batavia, yang dilanjutkan tahun 1621 menyerang kepulauan Banda, Maluku, dengan membantai rakyatnya dan sebagian dijadikan budak.

  • Sejak tahun 1800, setelah VOC bubar, pemerintah Hindia Belanda berusaha melebarkan kekuasaannya di daerah Nusantara (Indonesia belum terbentuk) lewat penjajahan di kerajaan dan kesultanan. Belanda menghadapi banyak perlawanan. Yang terkenal seperti Perang Padri (1803-1838), Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Aceh (1873-1915), sampai Perang Puputan.

  • Tahun 1912, Belanda baru benar-benar menguasai beberapa wilayah di Indonesia (seperti di Aceh, Bali dan Tapanuli) sebelum akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Jepang di tahun 1942.

Negara Lain Yang Pernah Menjajah Nusantara

Pada dasarnya dulu Negara Kesatuan Republik Indonesia belum ada, selain berbagai wilayah dan kepulauan yang dikenal sebagai Nusantara, terdiri dari banyak kerajaan dan kesultanan. Berikut beberapa negara lain yang tercatat pernah menduduki daerah di Nusantara:

Portugis: tahun 1509-1595
Menguasai Maluku untuk monopoli perdagangan, khususnya rempah-rempah lalu meluas ke daerah Jawa, sebelum akhirnya ada perlawanan rakyat Maluku di bawah pimpinan Sultan Baabullah tahun 1584. Perlawanan itu, dimanfaatkan perkumpulan dagang Belanda, sampai akhirnya menggantikan Portugis dalam penguasaan perdagangan.

Spanyol: tahun 1521-1529
WalaupunPortugis masih berkuasa dalam perdagangan di daerah Maluku, Spanyol tetap masuk dengan bekerjasama dengan kerajaan Tidore. Namun persaingan dagang yang penuh konfliktersebut menghasilkan perjanjian yang isinya menyatakan bahwa Spanyol harus meninggalkan Maluku pada tahun 1529.

Prancis: tahun 1806-1811
Ketika VOC Belanda dalam keruntuhan, Prancis mengambil alih kekuasaan di Nusantara. Raja Prancis Louis Napoleon menunjuk Marsekal Willem Daendels yang dikenal kejam menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808. Daendels sempat membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan. Di tahun 1811, Inggris berhasil mengalahkan Prancis.

Inggris: tahun 1811-1816
Prancis dikalahkan Inggris tahun 1811 yang lalu menjajah daerah-daerah di Nusantara. Inggris yang dipimpin Stamford Raffles menghapus monopoli perdagangan dan tanam paksa lalu menggantikan dengan sistem yang lebih adil. Dibuatlah sistem sewa tanah dan membagi kewilayahan di Pulau Jawa. Namun tahun 1816 Belanda mengalahkan Inggris dan kembali menguasai daerah-daerah di Nusantara.

Klik Susunan Konten Kemerdekaan Indonesia (RBeBe). Kiranya bermanfaat. Terus semangat.

(Tim Rbebe)

Kritik saran mohon disampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.