Energi Terbarukan, Masa Depan Berkelanjutan di Indonesia

Tim RBeBe - 09 August 2026

Energi adalah kemampuan untuk menyebabkan perubahan atau melakukan kerja, seperti:

  • Energi kimia dari makanan membuat manusia bergerak

  • Energi kimia dari bahan bakar diubah menjadi mekanik agar kendaraan berjalan

  • Energi listrik diubah menjadi cahaya sehingga lampu menyala

  • Energi gas diubah menjadi panas untuk memasak

Sumber energi secara sederhana dapat dibagi menjadi dua kelompok besar:

A. Energi tidak terbarukan

Secara konvensional termasuk sumber yang tidak terbarukan karena bahan bakarnya terbatas dan terbentuk sangat lama seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, uranium/nuklir 

B. Energi terbarukan

Sumbernya terus diperbarui oleh proses alam seperti matahari, air, angin, panas bumi, biomassa, gelombang dan arus laut

Perbedaan fundamentalnya adalah seberapa cepat sumber energi tersebut tersedia kembali untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Energi Terbarukan (Renewable Energy) 

Energi yang berasal dari sumber alam yang dapat diperbarui secara terus-menerus dalam skala waktu manusia.

β˜€οΈ Matahari

Matahari terus memberikan radiasi energi ke bumi.

β†’ dimanfaatkan dengan PLTS

πŸ’§ Air

Siklus air terus berlangsung melalui penguapan, hujan, sungai, dan sebagainya, dimanfaatkan dengan PLTA/PLTM

πŸ’¨ Angin

Perbedaan temperatur dan tekanan atmosfer menghasilkan pergerakan udara, dimanfaatkan dengan PLTB

πŸŒ‹ Panas bumi

Panas dari bagian dalam bumi tersedia secara alami dan dapat dimanfaatkan, dimanfaatkan dengan PLTP

🌱 Biomassa

Tumbuhan dapat tumbuh kembali dan limbah organik terus dihasilkan, dapat digunakan untuk listrik, biogas, biodiesel, biofuel, dll.

🌊 Laut

Gerakan air laut, gelombang dan pasang-surut dapat dimanfaatkan, menghasilkan energi listrik melalui berbagai teknologi.

Energi terbarukan menjadi penting: 

  • Energi fosil terbatas dan akan habis. Batu bara, minyak dan gas membutuhkan waktu geologis yang sangat panjang untuk terbentuk. Kita menggunakannya jauh lebih cepat daripada proses pembentukannya.

  • Emisi. Pembakaran batu bara, minyak dan gas menghasilkan COβ‚‚. Karena itu sektor energi merupakan salah satu sumber utama emisi gas rumah kaca.

  • Ketahanan energi. Negara yang terlalu bergantung pada bahan bakar tertentu dapat rentan terhadap kenaikan harga energi dunia, gangguan pasokan, konflik geopolitik, ketergantungan impor. Energi terbarukan memberikan kemungkinan untuk menggunakan sumber lokal.

  • Energi tersedia di banyak tempat. Matahari, air, angin dan panas bumi tidak hanya terdapat di satu wilayah. Ini sangat penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Energi terbarukan bukan berarti "energi tanpa masalah" dan tetap memiliki kelemahan.

Sumber

Kelebihan

Tantangan

β˜€οΈ Surya

melimpah, modular

tidak menghasilkan listrik malam hari

πŸ’§ Hidro

stabil, bisa besar

lokasi dan dampak lingkungan

πŸŒ‹ Geothermal

relatif stabil

eksplorasi mahal dan berisiko

πŸ’¨ Angin

tidak memakai bahan bakar

tergantung kondisi angin

🌱 Biomassa

dapat memakai limbah

bahan baku dan emisi perlu dikelola

🌊 Laut

potensi besar

teknologi relatif mahal/awal

Jadi pertanyaannya bukan:

"Mana energi terbarukan yang terbaik?"

Tetapi:

"Bagaimana menggabungkan berbagai sumber agar sistem energi menjadi terjangkau, mudah, murah, stabil, aman dan rendah emisi?"

Kondisi Indonesia mempunyai kondisi yang sangat menarik sebagai negara:

  • tropis, kepulauan

  • memiliki banyak sungai, gunung api

  • memiliki garis pantai yang sangat panjang dan wilayah laut yang sangat luas

  • memiliki sektor pertanian dan perkebunan yang besar

Artinya Indonesia tidak hanya mempunyai satu jenis energi terbarukan tetapi mempunyai hampir seluruh jenis utama energi terbarukan.

Potensi energi terbarukan Indonesia

Menurut data Kementerian ESDM, beberapa potensi teknis/sumber daya yang disampaikan pemerintah mencakup sekitar:

  • β˜€οΈ Surya: 3.294 GW

  • πŸ’¨ Angin: 155 GW

  • πŸ’§ Air: 95 GW

  • 🌊 Arus laut: 63 GW

  • 🌱 Bahan bakar nabati: 57 GW

  • πŸŒ‹ Panas bumi: sekitar 23 GW

Angka-angka tersebut harus dibaca sebagai potensi, bukan kapasitas pembangkit yang bisa langsung dibangun.

Ini perbedaan yang sangat penting.

Indonesia mempunyai potensi surya ribuan GW.

Kenyataannya Indonesia sekarang belum memiliki listrik surya ribuan GW.

Potensi adalah sumber daya yang secara teknis dapat dimanfaatkan berdasarkan asumsi tertentu.

Sedangkan kapasitas terpasang adalah pembangkit yang benar-benar sudah dibangun.

Potensi mana yang paling penting?

β˜€οΈ Energi Surya: Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun:

  • dapat dipasang di atap, di lahan, di kawasan industri, di waduk

  • dapat digunakan dari skala rumah sampai pembangkit besar

Karena itu surya kemungkinan akan menjadi salah satu pilar utama listrik Indonesia di masa depan.

πŸ’§ Energi Hidro: Indonesia memiliki banyak sungai dan wilayah pegunungan.

PLTA mempunyai kelebihan dibandingkan surya: tidak berhenti ketika malam.

Bahkan bendungan tertentu dapat berfungsi sebagai semacam penyimpanan energi melalui pengaturan air.

Pada akhir 2025, hidro merupakan sumber EBT dengan kapasitas terpasang terbesar di Indonesia, sekitar 7.587 MW.

πŸŒ‹ Panas bumi: Indonesia berada di kawasan Ring of Fire.

Akibatnya sumber panas bumi sangat besar.

Panas bumi menarik karena dapat menghasilkan listrik secara relatif stabil.

Pada akhir 2025 kapasitas panas bumi Indonesia sekitar 2.744 MW, sementara potensinya sekitar 23 GW.

Jadi masih terdapat ruang pengembangan yang besar.

🌱 Bioenergi: Indonesia memiliki sumber biomassa yang sangat besar dari pertanian, perkebunan, kehutanan. industri makanan, limbah organik, peternakan.

Pada akhir 2025 kapasitas bioenergi sekitar 3.148 MW.

Bioenergi menghasilkan listrik, panas, bahan bakar.

πŸ’¨Angin: di Indonesia potensinya cukup besar, tetapi tidak merata. Beberapa daerah lebih cocok dibandingkan daerah lainnya.

Kapasitas PLTB pada akhir 2025 masih sekitar 152 MW, sehingga dibandingkan potensinya, pemanfaatannya masih sangat kecil.

🌊 6. Energi laut: wilayah laut Indonesia luar biasa luas. Potensinya berasal dari arus, gelombang, pasang surut, perbedaan temperatur laut

Tetapi secara teknologi dan keekonomian, sektor ini masih jauh lebih awal dibandingkan surya, hidro dan geothermal.

POTENSI vs YANG SUDAH DIMANFAATKAN

Pada 2025, kapasitas pembangkit EBT Indonesia mencapai sekitar 15.630 MW atau 15,63 GW. Bauran EBT tercatat 15,75%.

Komposisinya:

EBT

Kapasitas 2025

πŸ’§ Hidro

7.587 MW

🌱 Bioenergi

3.148 MW

πŸŒ‹ Panas bumi

2.744 MW

β˜€οΈ Surya

1.494 MW

πŸ’¨ Angin

152 MW

♻️ Sampah

36 MW

Indonesia kaya energi terbarukan, tetapi tingkat pemanfaatannya masih jauh di bawah potensinya.

Memiliki sumber energi β‰  mudah mengubahnya menjadi listrik.

Tantangan Penerapan Energi Terbarukan di Indonesia

  • Lokasi: Sumber energi bisa berada jauh dari pusat kebutuhan. Misalnya: potensi hidro di suatu daerah tetapi konsumen listrik terbesar berada di Jawa. Maka diperlukan jaringan transmisi.

  • Intermitensi: Surya hanya menghasilkan ketika ada matahari. Angin juga berubah-ubah. Karena itu diperlukan: baterai + pumped storage + pembangkit yang fleksibel + jaringan listrik yang kuat.

  • Investasi: Membangun pembangkit membutuhkan modal besar. Terutama geothermal karena harus melakukan eksplorasi dan pengeboran sebelum mengetahui apakah sumbernya ekonomis.

  • Infrastruktur: Indonesia bukan satu sistem listrik yang sederhana. Indonesia terdiri dari banyak pulau dan sistem kelistrikan. Karena itu membangun pembangkit saja tidak cukup. Diperlukan: pembangkit β†’ transmisi β†’ distribusi β†’ konsumen.

Dalam RUPTL PLN 2025–2034, pemerintah merencanakan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW.

Dari jumlah tersebut:

42,6 GW β†’ EBT

10,3 GW β†’ storage

16,6 GW β†’ fosil

Dengan kata lain, sekitar 76% tambahan kapasitas berasal dari EBT dan storage.

Rinciannya antara lain:

  • β˜€οΈ Surya β†’ 17,1 GW

  • πŸ’§ Hidro β†’ 11,7 GW

  • πŸ’¨ Angin β†’ 7,2 GW

  • πŸŒ‹ Geothermal β†’ 5,2 GW

  • 🌱 Bioenergi β†’ 0,9 GW

  • πŸ”‹ Storage β†’ 10,3 GW

Arah kebijakan Indonesia:

bukan hanya menambah pembangkit EBT, tetapi juga mulai membangun sistem penyimpanan energi.

Storage menjadi sangat penting, misalnya Indonesia memasang banyak PLTS.

  • Siang: β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ listrik sangat banyak

  • Malam: πŸŒ™ PLTS tidak menghasilkan listrik.

Maka sistem membutuhkan sesuatu untuk menjembatani keduanya.

Jadi masa depan energi terbarukan:

"Bangun PLTS + hidro + geothermal + angin + storage + jaringan listrik secara terintegrasi."

MATAHARI β˜€οΈ ↓ PLTS ↓ β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”΄β”€β”€β”€β”€β”€β” ↓ ↓ langsung STORAGE ↓ ↓ β””β”€β”€β”€β”€β”€β”¬β”€β”€β”€β”€β”€β”˜ ↓ JARINGAN ↑ β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β” β”‚ β”‚ β”‚ πŸ’§ πŸŒ‹ πŸ’¨ HIDRO GEOTHERMAL ANGIN β”‚ β”‚ β”‚ β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜ ↓ KONSUMEN ↓         Rumah β€’ Industri β€’ Transportasi

Storage menyimpan energi ketika produksi berlebih.

Dengan kondisi geografis yang sangat mendukung hampir semua jenis energi terbarukan: Indonesia bukan kekurangan sumber energi; tetapi bagaimana mengubah kekayaan sumber energi tersebut menjadi sistem energi yang murah, stabil, dapat diakses masyarakat, dan berkelanjutan.