Potensi Bahaya Belajar Baca Tulis

Tim RBeBe - 29 May 2022

Pada surat edaran diatas, yang ditandatangani Direktur Jenderal, Manajemen Pendidikan Dasar & Menengah saat itu-Prof. Suyanto, Ph.D.-, ada tertulis: ".. oleh karena itu pendidikan di TK tidak diperkenankan mengajarkan materi calistung secara langsung sebagai pembelajaran sendiri-sendiri (fragmented) kepada anak-anak..." 

Peraturan Pemerintah No.17/2010* menegaskan materi baca dan tulis diberikan pada tingkat SD, dikuatkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan no.14 Tahun 2018 bahwa penerimaan siswa SD berdasarkan usia (tidak ada syarat kemampuan baca tulis) 

*Isinya dicabut sebagian oleh PP Nomor 57 Tahun 2021 yang lalu diubah oleh  PP Nomor 4 Tahun 2022

Peraturan diatas tentu berdasarkan rekomendasi para ahli, termasuk ahli dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Sayangnya di Indonesia banyak pengajaran dan pendidikan anak usia dini yang tidak tepat, sehingga sangat merugikan masa depan anak itu sendiri, membuat rohani, mental, emosi serta karakter positifnya tidak cukup kuat mengakar sebagai pondasi masa depannya.

Gambar dari (klik) mengapa-murid-paudtk-dilarang (blogbarabai.com)

Waduh, padahal gue lihat banyak tuh anak-anak usia dini diajarin baca-tulis, hitung-hitungan, bahkan bahasa asing, gimana tuh?

Waktu anak yang terbatas, fokuskan dan curahkan memberikan pendidikan yang dibutuhkan, berbagai stimulasi dan pengalaman dengan bermain, bentuk mental dan karakternya agar positif yang kuat, agar menjadi pribadi yang riang bahagia dan memandang kehidupan secara bermakna. Nggak jadi orang mudah stres, lembek, manja, emosi meledak-ledak, gampang tergoda, malas belajar dan seterusnya. Calistung dan bahasa asing bukan kebutuhan anak usia dini.

Klik Piramida Belajar, Belajar Baca Paling Atas (IG zam.kids)

Jadi belajar Baca Tulis itu ada minimal umur ya?

Sebaiknya diatas (klik) usia emas, walaupun dalam kondisi tertentu dimana anak mempunyai ketertarikan tinggi untuk belajar baca tulis tentu saja perlu disalurkan dengan cara yang bijak dan kreatif, namun anak usia dini pada umumnya, membutuhkan hal-hal seperti yang tertulis diatas. Dalam Peraturan Pemerintah juga tertulis kok, Pendidikan Anak Usia Dini itu adalah:

a. Nilai agama dan moral | b. Nilai Pancasila | c. Fisik motorik | d. Kognitif** | e. Bahasa | f. Sosial emosional.

Hal-hal diatas dibutuhkan anak untuk proses membangun pondasi positif yang mengakar di usia emasnya sebagai manusia yang baru bertumbuh.

**Aspek kognitif sendiri mencakup banyak hal sebagai pondasi berfikir anak. Pengetahuan dasar dan tujuannya.

Klk Kenapa Usia Dini Adalah Masa Emas Yang Kritis? (rbebe.id)Pendidikan Terbaik Usia Dini di Masa Emas (rbebe.id)

Klik video Pendidikan Usia Emas di Indonesia, Parahnya Salah Kaprah (RBeBe)

Jadi, apa yang membuat pelajaran baca tulis hitung/calistung, marak di usia dini?

Ya ada beberapa hal seperti:

  • Salah kaprah pemahaman orangtua dan pendidik bahwa calistung di usia dini adalah salah satu kebutuhan anak,  yang nyatanya tidak (kecuali ada kebutuhan khusus seperti ada ketertarikan yang tinggi pada anak untuk membaca atau golongan anak cerdas diatas rata-rata dan sebab/kebutuhan lainnya)

  • Tuntutan sekolah tertentu agar anak yang masuk di kelas 1 SD sudah bisa membaca dan menulis. Sekolah yang menerapkan ini bisa dilaporkan ke dinas pendidikan, karena justru dimulainya belajar baca tulis hitung secara formal dan intensif adalah saat anak mulai memasuki SD 

  • Rasa bangga ketika anak usia dini sudah bisa baca tulis (dianggap anak yang cerdas)

Coba lu cari deh di google 'bahaya baca tulis' maka akan ada sederet artikel yang menjelaskannya:

Untuk usia dini (dibawah 6 tahun), sebaiknya anak fokus untuk ketrampilan motorik, pondasi dan pengembangan karakter, kebiasaan baik, ketrampilan hidup, pembangunan mental, pengetahuan umum, pengembangan bahasa ibu (yang dipakai dilingkungan hidupnya), kreatifitas dan imajinasi positif, pembangunan emosi positif, bekerjasama, bersosialisasi dengan baik, berfikir kreatif sampai pemecahan masalah sederhana. 

Belajar baca tulis secara khusus dan intensif mulai dilakukan dan diajarkan pada saat anak (akan) mulai memasuki sekolah formal yaitu kelas 1 SD.

Keterangan gambar: Di usia emas puaskan anak dengan bermain secara positif dan bermakna (yang bukan calistung), ibarat memuaskan anak "merangkak" agar kokoh, kuat, stabil lalu mulai "berjalan" (meminta anak untuk "berjalan cepat" apalagi "berlari" sebelum waktunya, akan berpotensi menghasilkan pejalan dan pelari yang lemah, gontai dan mudah jatuh)

Lalu apa saja yang bisa terjadi bila anak usia dini 'dipaksa' belajar baca tulis secara intensif?

  • Waktu untuk pencapaian hal-hal diatas (ketrampilan motorik, pondasi dan pengembangan karakter, kebiasaan baik dan seterusnya) akan berkurang

  • Gangguan mental, seperti kondisi kekacauan atau ketidaktenangan mental akibat terlalu banyak tugas, tekanan, atau kesibukan yang membuat seseorang merasa kewalahan, bingung, dan tertekan

  • Berpotensi masa kecil kurang bahagia (ini bukan sekedar becandaan orang dewasa, saat masa kecil kurang bahagia maka dampaknya bisa serius pada saat dewasa)

  • Berpotensi hilang/kurangnya minat belajar, karena pondasi kebahagiaan dan kegembiraan masa kecil kurang tercukupi

  • Kebiasaan membaca tanpa mendalami makna dari apa yang dibaca (karena usia anak masih belajar memahami segala sesuatu dan meningkatkan kemampuan berbahasa) akan menciptakan daya pikir yang dangkal

  • Potensi kurangnya ikatan emosi yang bisa terbangun saat anak bertanya dan orangtua membacakan serta menjelaskan dengan baik. DLL.

Sekali lagi, usia dini adalah saatnya pondasi seorang manusia dibentuk. Pembentukannya dari segala aspek yang merupakan dasar dan pondasi yaitu berbagai stimulasi, ketrampilan motorik, kerohanian/spiritualitas dasar, pondasi dan pengembangan karakter, kebiasaan baik, ketrampilan hidup, pembangunan mental, pengetahuan umum, pengembangan bahasa ibu (yang dipakai dilingkungan hidupnya), kreatifitas dan imajinasi positif, pembangunan emosi positif, bekerjasama, bersosialisasi dengan baik, berfikir kreatif sampai pemecahan masalah.

Klik Susunan Materi Baca Tulis. Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.

(Tim RBeBe)

Kritik saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih.

Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.