Nge Gawai Makin Gawat | Happinest Parenting
Tim RBeBe - 01 August 2023
AMBYAR
Tahun 2021, pak Awan beserta istri dan keempat anaknya dari kota besar mengunjungi keluarga di desa yang dicapai dengan pesawat selama 3 jam dilanjutkan bis selama 13 jam. Pak Awan mempunyai harapan besar, bahwa di desa nanti akan menjadi proses istirahat anak-anak dari paparan smartphone dengan games, youtube, tiktok dan lainnya, ia sudah membawa buku dan juga beberapa mainan luar ruang untuk menjadi pengisi kegiatan.
Yang terjadi diluar dugaan, di desa itu ternyata sudah ada sambungan internet cepat, dengan rumah-rumah yang terpasang smart tv dan anak-anak bahkan sudah dibekali gawai sendiri (sementara anak-anak pak Awan tidak mempunyai gawai sendiri). Kumpul keluarga belasan hari menjadikan anak-anak pak Awan tergoda oleh ajakan para sepupunya, main games, nonton youtube, tiktok dan lainnya. Pak Awan tak berdaya.
Gawai Mania
Dalam survey pengguna smartphone di Indonesia yang berjumlah 209,3 juta pengguna.
Gawai merupakan suatu alat untuk hiburan juga, sehingga wajar-jangankan anak-, siapapun mudah tergoda untuk terus merasakan kesenangannya dan memungkinkan terjadi adiksi (ketergantungan).
Di berita Survey KPAI Penggunaan Gawai oleh Anak yang disajikan Antaranews.com, banyak orangtua yang tidak mendampingi anaknya saat menggunakan gawai, bahkan banyak anak yang menggunakan gawai sampai 5 jam perhari.
Seperti banyak hal lainnya juga, gawai mempunyai sisi positif maupun negatif. Saat ini, kasus sisi negatifnya semakin banyak. Kita perlu berjuang untuk meminimalis sisi negatif dan mengoptimalkan sisi positif. Suatu perjuangan yang perlu pengorbanan dan kegigihan.
Suatu Peperangan
Saat ini, penggunaan gawai dengan durasi yang bertambah sudah tak bisa dihindari, karena berbagai edukasi dan informasi semakin banyak disampaikan melalui gawai. Yang perlu diarahkan yaitu bijak dalam menggunakannya, dengan kesadaran dan kemampuan kontrol diri yang baik. Ini adalah suatu medan peperangan yang perlu dimenangkan orangtua bijak dengan usaha keras, ikhlas dan dengan cara yang baik.
Peran serta Pemerintah dan pihak Sekolah dapat mendukung orangtua dalam melakukan pembatasan penggunaan gawai. Contohnya bisa diadakan gerakan nasional pengendalian penggunaan HP untuk anak, dicanangkan, diikrarkan, diberikan pemahaman dan pemantauan oleh pihak sekolah kepada anak di rumah. Pemerintah berperan aktif dalam berbagai upaya. Orangtua berusaha menjalankan dan bekerjasama.Pembangunan (klik) PKBM, taman, tempat olahraga atau sejenisnya (seperti Co Learning Space Rumah Belajar Bersama) yang terjangkau atau bahkan bebas biaya dapat membantu memberikan pilihan bagi anak untuk berkegiatan positif. |
Berbagai Tips Hebat Menyikapi HP :
Selain memberikan banyak alternatif kegiatan positif** untuk pengalihan kesenangan ber gawai, berikut beberapa hal yang baik dilakukan:
|
-
Beri teladan kuat dan jujur untuk menggunakan gawai dengan bijak. Ini bisa jadi susah dilakukan oleh orangtua. Beri pengertian pada anak bila orangtua banyak menggunakan gawai untuk pekerjaan, termasuk menghindari agar tidak terlalu terlihat anak.
|
-
Sekolah, komunitas dan orangtua, kompak bersama memberi arahan dan batasan dalam penggunaan gawai serta berbagai kegiatan non gawai**. Gerakan bersama ini akan memberikan hasil yang lebih baik
|
-
Tempel poster edukasi (seperti gambar diatas dan dibawah), nonton video, baca berita dll. Ini secara sadar dan bawah sadar akan mempengaruhi.
Pernah dengar ungkapan bahwa anak itu seperti 'kertas putih' ? Konsep seperti indoktrinasi dengan menyerukan hal positif terus menerus melalui berbagai cara kreatif akan membuat hal tersebut tertanam dalam pikiran anak. Sekali lagi apa yang ditanamkan pastikan hal yang positif
|
-
Kalau anak melanggar aturan yang disepakati, tidak serta merta memakai cara yang kasar untuk menyikapinya. Kalau anak sudah melewati batas penggunaan gawai, beri peringatan dahulu, bila masih membandel bisa memakai cara yang ramah namun tegas (termasuk saat merebut gawai tersebut). Perasaan terluka atau ketidak suka an yang teramat besar atau dendam dari anak pada orangtua, akan membuat pola asuh menghadapi tantangan yang semakin besar
Beri kosekuensi bukan hukuman. Konsekuensi bukan pelampiasan amarah, konsekuensi adalah didikan yang membangun. Beri pemahaman dan penjelasan tentang konsekuensi yang diberikan.
*Konten atau permainan positif, seperti Brain Out yang mengajarkan berfikir kreatif dan pemecahan masalah. Games Roblox dan Minecraft cenderung positif yaitu (walaupun ada hal-hal yang mengarah ke negatif sehingga tetap perlu pendampingan dan pengawasan), juga saluran youtube seperti fun science yang menyajikan berbagai eksperimen menarik dan 5-minute craft yang menyajikan berbagai kreatifitas.**Berbagai aktifitas 'non gawai' yang menarik seperti bermain seru di dalam ataupun luar ruangan, berolahraga, bermusik, karaoke, berliterasi dengan buku fisik, belajar di alam, memelihara binatang peliharaan, belajar berdagang dan seterusnya (tantangannya adalah orangtua perlu menyediakan waktu atau meminta orang lain yang dipercaya untuk mendampingi anak, termasuk memberikan berbagai macam kursus) |
Klik Susunan Materi Parenting (rbebe.id). Terus semangat, kiranya bermanfaat.
(Kerjasama RBeBe dengan program Happinest Parenting)
Kritik saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih.
Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.





