7 Langkah Tuntas Kick The Bully

Tim RBeBe - 07 September 2024

Klik Membangun Sekolah Bebas Perundungan di Indonesia (antaranews) yang juga membahas program Kick The Bully, melengkapi ROOTS Indonesia.

Pondasi yang kokoh agar program ini dapat berjalan baik adalah: niat baik pimpinan organisasi dan kemauan untuk menjalaninya. 

"Kick" The Bully adalah suatu aksi pencegahan dan berantas tuntas Bullying dengan 7 langkah. Konsep ini menggabungkan berbagai metode, dari sisi ego, sisi "otak reptil", sisi spiritual sampai sisi afeksi. Lakukan aksi ini dalam kebersamaan dan menyeluruh. Semua tahu, paham dan saling mendukung. Berikut penjelasannya :

1. Proklamirkan gerakan anti perundungan ke seluruh pihak terkait

  • Berikan pemahaman bahwa gerakan ini adalah suatu aksi cinta untuk siswa (bisa perdengarkan lagu seperti Semua Untukmu, sesuaikan usia audiens)

  • Jelaskan perilaku dan pelaku bullying, penyebab serta dampaknya

  • Lebih baik bila diikuti pemasangan poster (Poster digital, video dan lainnya), terkait gerakan bersama anti perundungan dan berbagai cara kreatif lainnya

  • Bisa membuat pakta integritas, sikap mendukung mencegah dan berantas perundungan dan penandatanganan bersama.

2. Gaungkan label buruk pada perilaku bully/perundungan yang negatif (termasuk perilaku yang membiarkan/melihat, tapi tidak melapor)

Klik 5 Label Perilaku Bully (rbebe.id)

  • Bawa kesadaran dan empati bahwa bullying itu menyakiti, merusak bahkan menghancurkan manusia, dimana bisa terjadi pada tiap orang bahkan pelaku bullyingpun bisa menjadi korban di kemudian hari

  • Bangun keberanian melawan dan melaporkan keburukan dan kejahatan

  • Pasang poster Kick The Bully dan perdengarkan (klik) Berbagai Lagu KTB yang menyasar sisi ego manusia yang tidak mau dianggap rendah.

3. Perkuat mental, rasa berharga dan nilai diri setiap orang

  • Jelaskan psikologi manusia, calon korban dan pelaku bullying

  • Bangun kepercayaan diri, rasa berharga dan nilai diri setiap orang

  • Nonton bareng hal-hal yang mengobarkan semangat dan memotivasi (contohnya: nonton video di (klik) Motivasi Terkait Bullying di rbebe.id)

Ketiga hal diatas adalah dasar dan pondasi dalam cegah dan berantas tuntas perundungan. Dilakukan bersamaan dalam suatu waktu, contohnya saat upacara bendera dimana setiap siswa dan guru hadir*, atau bisa juga dalam sesi khusus dimana mengundang orangtua, fasilitator sampai pihak kepolisian.

Khususnya nomor 1 dan 2 adalah semacam shock action untuk memberi efek "intimidasi" pada niat bullying yang mungkin ada pada anggota komunitas.

4. Lakukan antisipasi dengan aksi berkelanjutan

Nomor 1, 2 & 3 diatas sudah bisa dianggap suatu antisipasi. Ini tidak hanya terkait antisipasi perundungan, tapi secara menyeluruh untuk membangun karakter siswa, guru serta budaya positif di sekolah. Berikut beberapa aksi berkelanjutan yang bisa dijalankan sesuai kebutuhan, situasi dan kondisi:

Program Roots yang digaungkan kemendikbud* dapat dijalankan, dengan menciptakan suasana yang kondusif, menunjuk siswa sebagai agen perubahan dan seterusnya. Tumbuhkan semangat (klik) GAUL (rbebe.id),  pembuatan area "Cinta Kasih", kegiatan kebersamaan, solidaritas, gotong royong.

Jalankan aksi Syu-rga (syukur hargai) yang menyasar sisi emosional dan spiritualitas, sangat baik untuk membangun karakter baik siswa.

Bisa menyasar "otak reptil" manusia yaitu agar siswa menghindari perbuatan bullying. Bisa Nonton bareng video konsekuensi buruk (seperti dipenjara) bagi pelaku perundungan  Klik Penangkapan Pelaku Bullying | Shock Therapy Pencegahan (RBeBe) bisa sembari mendengarkan lagu "keras" seperti Hantam Perilakunya, Rangkul Pelakunya!! Versi Nu Metal. Buat aksi seruan orangtua (usahakan dilakukan orangtua laki-laki, agar tampak tegas) kepada siswa.

Benahi organisasi. Lakukan pengawasan dan pembinaan oknum atau kelompok/geng yang berpotensi melakukan tindakan bully. Pembuatan media pengingat (poster, audio, lagu, video) yang trendi dan mengena.

*Bila memungkinkan (karena program ini perlu persiapan dan pelaksanaan yang melibatkan banyak sumber daya), bila situasi dan kondisi tidak memungkinkan, lakukan secara sederhana dengan sumber daya yang ada.

5. Buat konsep, proses pengamatan, pengaduan dan pelaporan yang efektif dan efisien termasuk aman bagi palapor

Konsep ini sebaiknya menggunakan berbagai bentuk: 

  • Pengamatan bisa dengan petugas piket, atau bisa dibantu teknologi dengan pemasangan CCTV

  • Pelaporan bisa secara manual (seperti kotak lapor), digital (seperti pesan WhatsApp). Sosialisasi dengan baik agar diketahui seluruh anggota komunitas

Hindari mempertemukan pelapor/korban dengan terduga pelaku! Bila memang perlu dipertemukan, harus dengan persetujuan pelapor/korban dan usahakan tidak langsung (seperti bilik pengamatan). 

Hindari aturan yang membuat korban/non korban enggan melaporkan pelaku/kejadian bully.

6. Buat konsep penanganan (bagi korban dan pelaku) termasuk proses diskusi, konseling, sosialisasi sampai edukasi

Bila terjadi kasus perundungan, bagaimana penanganannya, jalur komunikasi, prosedur dan tanggungjawabnya. Korban maupun pelaku tetap perlu diperbaiki dan dibangun kondisinya (dengan cara penanganan yang berbeda tentunya).

7. Lakukan evaluasi & aksi perbaikan. 

Secara berkala dan menyeluruh, lakukan pengamatan, wawancara secara acak, buat angket, adakan diskusi terarah dan seterusnya. Ini tidak hanya terkait perundungan tapi secara menyeluruh untuk membangun karakter siswa, guru serta budaya positif di sekolah.

Dengan mencegah dan memberantas perundungan yang bisa berkembang menjadi kejahatan serius, kita telah membangun karakter baik generasi dan turut andil dalam mensejahterakan masyarakat. Hubungi Rumah Belajar Bersama untuk pendampingan konsep ini.

Klik Susunan Materi Cegah & Berantas Tuntas Bully (rbebe.id). Kiranya Bermanfaat. Terus semangat.

(Tim RBeBe)

Kritik saran mohon sampaikan kepada kami

Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.