Tim RBeBe - 13 March 2025

Diketahui, sebuah perusahaan Jepang pada tahun 1965 meluncurkan pedometer (alat untuk menghitung jumlah langkah) bernama "Manpo-kei" yang artinya 10.000 langkah (angka 10.000 dipilih karena mudah diingat dan terdengar seperti tujuan yang menantang namun bisa dicapai). Kampanya promosi Manpo-kei sukses dan menjadi inspirasi.
Anjuran 20.000 langkah per hari muncul sebagai target yang lebih ambisius daripada 10.000 langkah, terutama di kalangan penggemar kebugaran atau mereka yang ingin menurunkan berat badan secara signifikan, didukung oleh banyak media dan influencer.
Contoh Perhitungan
Bila dengan perawakan orang Indonesia setiap langkah kaki berjarak 40 cm dan kecepatan biasa/santai yaitu 1 detik/langkah, maka Untuk 20.000 langkah:
-
Akan menempuh jarak 8 kilometer
-
Waktu yang dibutuhkan 5 jam 34 menit
Sangat menyita waktu bukan? Tentu saja perhitungan ini bisa berbeda untuk tiap orang dengan panjang langkah dan kecepatan langkah yang berbeda.
|
Saran Realistis
Tentu saja kalau 20.000 langkah bisa tercapai sesuai tujuan kesehatan termasuk menurunkan berat badan serta tidak mengganggu kegiatan harian, akan baik. Namun kalau waktu dan tenaga tidak memungkinkan maka berikut jumlah langkah yang diasarankan:

Contoh Perhitungan
Bila setiap langkah kaki berjarak 40 cm dan kecepatan biasa/santai yaitu 1 detik/langkah, maka Untuk 8.000 langkah:
-
Akan menempuh jarak 3,2 kilometer
-
Waktu yang dibutuhkan 2 jam 13 menit
Studi oleh Lee et al. (2019) "Association of Step Volume and Intensity With All-Cause Mortality in Older Women." Tautan studi (klik) JAMA Internal Medicine, yang mengeksplorasi hubungan antara jumlah langkah harian dan risiko penyakit kardiovaskular serta diabetes tipe 2.
Dipimpin oleh Dr. I-Min Lee, seorang profesor epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Temuan Utama:
-
Wanita yang berjalan 7.500 langkah per hari memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang berjalan kurang dari 5.000 langkah.
-
Manfaat kesehatan meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.500 langkah, setelah itu peningkatannya tidak terlalu besar.
|
Studi oleh Paluch et al. (2021) "Steps per Day and All-Cause Mortality in Middle-aged Adults in the Coronary Artery Risk Development in Young Adults Study." Tautan studi (klik) JAMA Network Open
Dipimpin oleh Dr. Amanda Paluch, seorang ahli epidemiologi dan kinesiologi melibatkan lebih dari 2.000 peserta dari berbagai latar belakang etnis dan usia. yang menganalisis hubungan antara jumlah langkah harian dan risiko kematian dini serta penyakit kronis.
Temuan Utama:
-
Berjalan 7.000–8.000 langkah per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini sebesar 50–70% pada orang dewasa paruh baya.
-
Manfaat kesehatan tambahan dari langkah di atas 8.000 cenderung minimal.
Penelitian ini menguatkan Studi oleh Saint-Maurice et al. (2020) "Association of Daily Step Count and Step Intensity With Mortality Among US Adults." Tautan studi (klik) JAMA yang menganalisa data 4.840 peserta yang dipimpin oleh Dr. Pedro Saint-Maurice dari National Cancer Institute (NCI) di Amerika Serikat dengan hasil temuan yang mirip.
Studi oleh Dwyer et al. (2021) "Daily Step Counts and All-Cause Mortality: A Meta-Analysis." Diterbitkan di The Lancet Public Health. Tautan Studi (klik) The Lancet Public Health
Temuan Utama:
-
Berjalan 4.000–5.000 langkah per hari sudah cukup untuk mengurangi risiko kematian dini, terutama bagi orang dewasa yang lebih tua atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
-
Namun, manfaat kesehatan yang lebih besar tercapai pada 7.000–8.000 langkah per hari.
Kesimpulan:
Fokuslah berolahraga pada target yang realistis dan konsisten, sesuaikan dengan situasi kondisi dan kegiatan harian sehingga bisa dikombinasikan dengan aktivitas fisik lainnya. Yang terpenting adalah menjaga gaya hidup aktif secara berkelanjutan tanpa merasa terbebani. Ingat, pikiran, seperti hati yang tenang dan gembira tetap utama.
Anda selalu bisa memilih berjalan kaki untuk aktifitas yang memungkinkan, termasuk naik tangga konvensional dibanding tangga berjalan atau elevator.
|
(Tim RBeBe)
Masukan dan saran silahkan sampaikan pada kami.
Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.