Cukup Lebih Baik Dari Kaya?

Tim RBB - 26 June 2022

(A Best Feeling Achievement)

...sambungan dari Buat Yang Pingin Kaya.


Nah bro, kalau ada yang mau ngasih lu duit, banyaknya terserah kemauan lu, berani nggak lu jawab 'kasih secukupnya saja'

Hah?? Curiga gue, cukup ini maksudnya 'sederhana'?

Ya bisa sederhana tapi bisa seperti nggak sederhana juga

Bikin bingung lu

Tapi 'secukupnya' itu bisa lebih dari 'kaya' lho bro, bisa kaya banget

Makin ga jelas lu

lha iya, sekarang kalau ditanya, lu itu seberapa kaya maunya?

Nah ini gue bingung kalau ditanya gitu

Nah kaaan, gini aja, kalau yang nanya manusia ya lu taulah, seberapa sih dia mau dan bisa kasih ke elu, tapi kalau ceritanya lu ditanya Tuhan, nah tentu Dia tahu lah, apa sih yang lu butuhin di dunia, di kehidupan dan Dia pastinya kasih semua yang lu butuhkan.

Jadi maksudnya gimana nih, yang nanya itu manusia atau Tuhan?

Kan ilustrasi aja bro. Setelah gue pikir-pikir, daripada kita ngejar jadi kaya, kan ujung-ujungnya minta ke Tuhan juga kan? Karena kita berdua percaya Tuhan itu ada, Maha Tahu dan Maha Kuasa. Mending kita percaya akan diberi secukupnya aja, kalau otak ini mikirin pingin 'kaya' jadinya toxic tau ga, racun. Menurut gue, kondisi cukup itu lebih baik dari kaya. Kalau Tuhan mau buat kita lebih kaya dari para sultan dan konglomerat, ya kita akan di cukupkan hartanya, biar terwujud, tapi kalau kita ditakdirkan jadi orang biasa-biasa aja, sederhana, ya kita dikasih rejeki yang sesuai juga.

Nah ini yang gue ga demen

Lah ngapain lu protes, kan Tuhan punya rencana indah dan baik. Kalau sudah ditetapkan, lu mau minta jungkir balik ya ga ngaruh juga kan. Jadi gini bro, kalau lu mau pergi ke mall buat nonton bioskop, lalu lu dikasih uang cukup buat transport. tiket, beli makan, sudah seneng kan lu, tapi kalau lu dikasih berlebih, nah gue kan tahu 'belang' nya lu, mungkin lu akan beli barang-barang yang aneh-aneh, lu nongkrong sampai pagi, godain cewek, sampai..mmm..

Halah ngelantur lu

Maksud gue kalau dikasih cukup itu hidup lu tenang, terarah, kalau berlebihan hidup lu bisa.. ya itu lagi, mewah, ga jelas, lu harusnya nemenin anak-anak lu, istri lu, tapi lu malah kelayapan, ngurusin gaya hidup lu, mobil mewah lu, simpenan lu..bisa aja khan

Tuh tuh, tambah ngelantur lu, tapi gue nangkep sih maksud lu

Iya bro, kondisi 'cukup' itu sepertinya tidak diminati. Jarang banget kan orang berdoa dengan tulus dan kesungguhan 'Tuhan saya bersyukur, Engkau memberi semua kecukupan ini, semua yang kubutuhkan'. Yang ada, hampir semua, berbondong-bondong pingin kaya.

Tapi kayaknya nih, kalau orang sudah merasa cukup, mereka bisa jadi malas bekerja dan berjuang bro, karena dia merasa sudah cukup kan.

Kemalasan ya harus dihindari lah, bekerja dan berjuang itu kan merupakan sikap baik yang sejatinya bukan untuk uang, harta, tapi untuk menjadi orang yang maksimal, menjalani peran lu di kehidupan, untuk memberi manfaat. 

Gue sih yakin kata 'cukup' itu selaras dengan kepercayaan kita, iman kita. Logis kok, 'cukup' itu efektif, efisien, dan kita kan berkomunikasi pada sang Maha Tahu, Maha Kuasa, Pengasih lagi Penyayang, Dia tahu lah 'kecukupan 'kita. Mmmm...eh terus buat apa dong waktu doa, kita minta ini, minta itu ya? Kan Dia tahu ya apa yang kita butuhkan.

Lah iya, gimana tuh?

Mmm jangan disini deh, nanti aja lah di waktu lain, kebanyakan ngomong di sini, bosen, capek yang baca. (sambungan klik Minta atau Berserah)

(Tim Rbebe)